Bajidor Kahot Dance in the Embassy Got Talent Competition as a Representation of Indonesian Cultural Identity in International Internship Program

Penulis

  • Deajeng Ramadin Universitas Negeri Surabaya
  • Retnayu Prasetyanti Sekti Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Tari Bajidor Kahot, Embassy Got Talent, Identitas Budaya, Program Internship

Abstrak

Abstrak: Fenomena kegiatan Program Internship Internasional di KBRI Manila menjadi menarik untuk diteliti, khususnya dalam pelaksanaan pelatihan dan pertunjukan seni tari tradisional. Fokus perhatian terletak pada keterlibatan mahasiswa sebagai pelatih dan penari, serta peran Tari Bajidor Kahot dalam menguatkan identitas budaya Indonesia bagi WNI yang berada di Lingkungan KBRI Manila. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelatihan dan penyajian Tari Bajidor Kahot dalam ajang kompetisi Embassy Got Talent serta Aktivitas seni lainnya selama program berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif dengan metode studi lapangan berbasis pengalaman. Proses latihan Embassy Got Talent dilaksanakan selama 11 hari dan mencakup strategi latihan seperti Demonstrasi, drilling, evaluasi, serta pembelajaran mandiri. Penampilan Tari Bajidor Kahot ditampilkan oleh tiga mahasiswa magang, disusun dengan pola lantai yang bervariasi dan Menonjolkan aspek kepenarian yang kuat. Hasil pertunjukan memperoleh apresiasi positif dari juri kompetisi, terutama pada aspek Kekompakan, kostum, dan komposisi gerak. Selain kompetisi, kegiatan pelatihan juga Diberikan kepada Ibu Dharma Wanita Persatuan, diaspora Indonesia, dan staf KBRI Manila. Melalui workshop, pertunjukan, serta penggunaan musik dan busana khas, Tari Bajidor Kahot berfungsi sebagai sarana penguatan identitas budaya Indonesia bagi WNI yang berada di lingkungan KBRI Manila. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pertunjukan tari Tradisional selama program internship berkontribusi terhadap pelestarian budaya, Keterhubungan emosional WNI dengan budaya nasional di luar negeri, serta memperkuat Representasi identitas budaya Indonesia dalam konteks internasional.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Hanefi, H. & Eko Wahyuni. (2013). Sang Pewaris: Tokoh-Tokoh Kesenian Tradisi Madura dan Minangkabau. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.

Akbar, M. R., Yetti, E., & Cahyadi, O. (2024). Kegiatan ekstrakurikuler tari untuk Penguatan identitas budaya di Sekolah Indonesia Singapura. Jurnal Pendidikan Tari, 5(1), 69–85. https://doi.org/10.21009/JPT.51

Artha, I. K. A. (2021). Pengaruh metode drill terhadap hasil smash bulutangkis kegiatan Ekstrakurikuler siswa SMP Negeri 4 Busungbiu. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 7(1), 46–55. https://doi.org/10.5281/zenodo.4420479

Bhattarai, G. R. (2025). Diasporic identity: A transnational consciousness. The Achievers Journal, 11(1), 40–53. https://nepjol.info/index.php/aj/article/view/73462

Hadi, Y. S. (2003). Aspek-aspek dasar koreografi kelompok. Yogyakarta: Elkaph

Hadi, Y. S. (2017). Koreografi: Bentuk–teknik–isi. Yogyakarta: Cipta Media bekerja sama dengan Rintisan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta.

Hall, S. (1990). Cultural identity and diaspora. In J. Rutherford (Ed.), Identity: Community, Culture, Difference (pp. 222–237). London: Lawrence & Wishart.

Hamdonah, A., & Joseph, C. (2024). Indigenous dance, cultural continuity, and Resistance: A netnographic analysis of the Palestinian Dabke in the diaspora. Visual Studies in Society, 7(2), 102–117. https://ejournals.swu.ac.th/index.php/vss/article/view/16556

Hidajat, R. (2017). Kreativitas koreografi: Pengetahuan dan praktikum koreografi bagi Guru. Malang: Surya Pena Gemilang.

Jazuli, A. (1994). Bentuk pertunjukan dan teknik tata rias panggung [Skripsi tidak Dipublikasikan]. Universitas Negeri Semarang.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as The Source of Learning and Development. Prentice Hall, Inc., 1984, 20–38. https://doi.org/10.1016/B978-0-7506-7223-8.50017-4

Murgiyanto, S. (1983). Koreografi: Pengetahuan dasar tari. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nursilah, N., Heniwaty, Y., & Rahayu, T. (2024). Seni dan identitas budaya di Indonesia. Jakarta: Takaza Innovatix Labs

Pangestika, F. Y., & Yanuartuti, S. (2022). Pembelajaran Mandiri Seni Tari Melalui Konten YouTube sebagai Inovasi Pembelajaran Masa Kini. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 4(2), 1–12. https://doi.org/10.24114/gondang.v4i2.18098jonedu.org+2jurnal.unimed.ac.id+2reddit.com+2

Sasmi, D. A., & Hasan, U. Z. (2024). Pelestarian tari tradisional sebagai media pendidikan dan identitas bangsa Indonesia. Jurnal Setia Pancasila, 5(1), 10–18. https://e-jurnal.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/JSP

Smith, J. (1985). Komposisi tari: Sebuah petunjuk praktis bagi guru (B. Suharto, Trans.). Ikalasti Yogyakarta.

Subianto, K., Handayani, E. W., & Yanuartuti, S. (2025). Keluarga KBRI Riyadh: Menghidupkan tradisi gamelan untuk memperkuat identitas budaya bersama. Jurnal Pengabdian Seni Pertunjukan (AP2SENI), 4(1), 86–97.

Diterbitkan

2025-07-31

Cara Mengutip

Ramadin, D., & Sekti, R. P. (2025). Bajidor Kahot Dance in the Embassy Got Talent Competition as a Representation of Indonesian Cultural Identity in International Internship Program. Solah, 11(2). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/solah/article/view/72378

Terbitan

Bagian

Articles
Abstract views: 53 , PDF Downloads: 0