itu PROSES KOREOGRAFI TARI LALOBEREN KARYA FEBRIA IKA RUSTIYANA DI KABUPATEN SUMENEP

Penulis

  • wulan nisa proses koreografi, bentuk karya tari,tari laloberen
  • Trisakti

Kata Kunci:

Choreography Process, Dance Work Form, Laloberen Dance, Dance Art.

Abstrak

Tari laloberen mengangkat inspirasi dari tradisi ritual Rokat Laloberen, yaitu tradisi syukuran sebagai bentuk penyempurnaan hajat atau nadzar oleh masyrakat Madura. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara mendalam proses koreografi dan bentuk karya tari laloberen karya Febria Ika Rustiyana. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi secara langsung, wawancara dengan narasumber, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses penciptaan karya tari laloberen melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, komposisi dan evaluasi. Eksplorasi gerak tari Laloberen dilakukan dengan mengamati dan menggabungkan elemen-elemen gerak tari Madura yang dikembangkan menjadi  gerakan baru. Proses improvisasi dilakukan dengan menciptakan gerakan baru dengan secara spontan dan kreativitas. Pada tahap ini koreografer mentransfer gerak terhadap penari, kemudian dikembangkan sesuai kebutuhan. Komposisi dilakukan dengan menyusun gerak dan pola lantai serta menyusun semua elemen pendukung seperti musik, tata busana, dan properti setelah proses eksplorasi dan improvisasi. Tahap evaluasi menyeleksi dengan merubah, menambah dan mengoreksi perpaduan elemen dasar seperti gerakan, ruang, waktu, tenaga, dan pola lantai maupun busana. Bentuk rancangan yang sudah ditentukan tertuang dalam media berupa gerak, pola lantai, musik, tata rias, tata busana, property dan tata pentas. Ciri khas pada tari laloberen terletak pada replika adegan saat menarik ketupat lober yang didalamnya berisi beras kuning dan sejumlah uang koin serta arak-arakan perahu, sehingga ketika karya ditampilkan mampu mempresentasikan kegiatan adat Rokat Laloberen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sebuah motivasi untuk menghasilkan karya yang baik dan berkualitas bagi yang ingin berproses dan berkarya sehingga menciptakan karya yang lebih kreatif, serta memberikan saran untuk pelestarian dan pengembangan kesenian tarian yang ada di Madura.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Hadi Sumandiyo Y. 2011. Choreography (Form-Technique-Content). Yogyakarta: Cipta Media.

Hadi, Sumandiyo. 1996. Basic Aspects of Group Choreography. 39-40 Yogyakarta: Manthili Yogyakarta ----- 2007. Text Study

Hawkins, A. (2003). Moving with the heart: a new method of creating through dance. Jakarta: Ford Foundation and Indonesian Performing Arts Society.

Hawkins, Alma (translated by Sumandiyo Hadi). 1990. Creating through dance. Yogyakarta: Indonesian Institute of the Arts

Soedarsono, M, R, 1977. The Existence of Indonesian Performing Arts. Press. Yogyakarta.

Sugiyono. 2015. Quantitative, Qualitative and R&D Research Methods (22nd ed.). Alfabeta.

Smith, Jacqueline 1985. Dance Composition, Yogyakarta; Ikalasti

Wijaya, Christianti Mediana. 2019. The Creative Process of Creating the Suramadu Dance Work by Diaztiarni at the Tydif Studio in Surabaya. Thesis. Surabaya: Department of Dance and Performing Arts, FBS Unesa.

Diterbitkan

2026-01-19

Cara Mengutip

nisa, wulan, & Trisakti. (2026). itu PROSES KOREOGRAFI TARI LALOBEREN KARYA FEBRIA IKA RUSTIYANA DI KABUPATEN SUMENEP. Solah, 11(2). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/solah/article/view/74887

Terbitan

Bagian

Articles
Abstract views: 1 , PDF Downloads: 0