Efektivitas Model Integrated Learning terhadap Kolaborasi Siswa dan Eksplorasi Pengalaman Belajarnya di SMPN 16 Surabaya
Keywords:
Integrated Learning, Kolaborasi Siswa, Pengalaman Belajar, Hasil Belajar Kognitif, Ilmu Pengetahuan Sosial.Abstract
Penelitian ini meneliti efektivitas model pembelajaran terpadu (Integrated Learning) terhadap keterampilan kolaborasi dan hasil belajar kognitif siswa kelas 7A dan 8A di SMPN 16 Surabaya dengan menggunakan pendekatan metode kombinasi (Mixed Methods) berdesain Sequential Explanatory. Temuan penelitian menunjukkan adanya anomali yang kontras antara pencapaian akademis individual dan dinamika interaksi sosial siswa di kelas. Secara kuantitatif, analisis statistik melalui uji beda (Paired Sample T-Test) dan indeks N-Gain Score membuktikan bahwa penerapan model ini kurang efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa; kelas 7A menunjukkan tren penurunan nilai rata-rata yang signifikan (dari 62,31 menjadi 52,31), sedangkan kelas 8A hanya mengalami peningkatan marginal yang tidak signifikan (dari 59,23 menjadi 62,31). Di sisi lain, data rekapitulasi angket menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi siswa tergolong dalam kategori sangat tinggi. Melalui fase kualitatif dengan wawancara mendalam, ditemukan bahwa ketidakefektifan perolehan nilai kognitif bersumber dari terserapnya seluruh fokus, waktu, dan energi siswa untuk menyelesaikan produk fisik proyek kelompok, sehingga mereduksi porsi belajar mandiri dalam menguasai konsep teoretis Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selain itu, studi ini mengidentifikasi karakteristik siswa "pasif-kontributif" yang mengalami hambatan komunikasi verbal namun tetap bertanggung jawab menyelesaikan tugas fisik kelompok, serta mengungkap adanya bias administratif (missing data) pada angket yang dipicu oleh tekanan situasi (peer pressure) saat pengisian instrumen.
Downloads
References
Asmarani, D., & Widodo, W. (2022). Integrated Learning Model to Enhance Students’ Teamwork and Collaboration Skills. Journal of Educational Research and Innovation, 10(3), 55–62.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Marlina, S., & Fauzan, R. (2023). The Influence of Integrated Learning Implementation on the Formation of Collaborative Culture in Schools. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(1), 27–35.
Oktavia, Y., & Yusnidar. (2022). Implementasi Model Pembelajaran Terpadu dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(1), 12-20.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.
Putra, Y. W., Rachmawati, E., & Hasanah, N. (2022). The Impact of Student Learning Experiences on Collaborative Behavior in Junior High School. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 33–40.
Sanjaya, W., & Irwansyah, H. (2021). Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya dalam Pembelajaran Terpadu. Jurnal Pendidikan Terpadu, 8(2), 101-112.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Tadesse, S., & Gillies, R. M. (2021). Active learning and social constructivism in online learning: A systematic literature review. Education and Information Technologies, 26(1), 1221–1239.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aznih, Wiwik Sri Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
