Bentuk Koreografi Tari Sego Aking Karya Andreas Dwi Septarini dari Kabupaten Ponorogo
Bentuk Koreografi Tari Sego Aking karya Andreas Dwi Septarini dari Kabupaten Ponorogo
Abstrak
Tari Sego Aking merupakan karya tari kreasi oleh Andreas Dwi Septarini yang terinspirasi dari fenomena keterbatasan ekonomi masyarakat Desa Jambon, Kabupaten Ponorogo, yang memanfaatkan sego aking sebagai makanan alternatif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis konsep koreografi mengacu pada teori Y. Sumandiyo Hadi, sedangkan analisis bentuk koreografi menggunakan teori Sal Murgiyanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep koreografi Tari Sego Aking diwujudkan melalui tema kehidupan masyarakat, gerak bergaya Ponoragan, mode penyajian representasional-simbolis, iringan musik tradisional, tata rias dan busana yang sederhana, serta penggunaan properti tampah dan tumbu yang memiliki makna simbolis. Bentuk koreografinya menampilkan penerapan prinsip kesatuan, pengulangan, variasi, kontras, dan klimaks yang membentuk penyajian tari secara utuh, harmonis, dan komunikatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep dan bentuk koreografi memiliki keterkaitan yang erat sehingga mampu menghadirkan karya tari kreasi yang berkarakter khas Ponoragan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0








