REPRESENTASI GENDER PADA TARI GANDRUNG MARSAN KABUPATEN BANYUWANGI: PERSPEKTIF PERFORMATIVITAS JUDITH BUTLER
REPRESENTASI DALAM TARI GANDRUNG MARSAN, REKENING BANYUWANGI: PERSPEKTIF PERFORMATIVITAS JUDITH BUTLER
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gender dalam Tari Gandrung Marsan Banyuwangi melalui bentuk penyajian tari serta menjelaskan praktik performativitas gender yang diwujudkan oleh tubuh penari berdasarkan perspektif Judith Butler. Tari Gandrung Marsan merupakan karya tari yang terinspirasi dari tokoh Marsan, seorang gandrung lanang yang menampilkan karakter perempuan dalam pertunjukan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa identitas gender dalam tari tidak semata-mata ditentukan oleh jenis kelamin biologis penari, tetapi dibangun melalui unsur-unsur penyajian pertunjukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian meliputi pencipta Tari Gandrung Marsan, penari, serta narasumber yang memahami perkembangan tari tersebut. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis representasi gender menggunakan teori representasi Stuart Hall melalui pendekatan konstruksionis, sedangkan analisis praktik gender menggunakan perspektif performativitas Judith Butler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi gender dalam Tari Gandrung Marsan dibangun melalui unsur-unsur penyajian yang meliputi gerak dan kualitas tenaga, tata rias, tata busana, properti, iringan, serta pola ruang. Unsur-unsur tersebut berfungsi sebagai sistem tanda yang membentuk keterbacaan feminin maupun maskulin. Gerak yang lembut, tata rias perempuan, busana Gandrung, kipas, selendang, serta iringan yang halus membangun representasi feminin, sedangkan kualitas tenaga yang kuat, volume gerak yang lebar, ragam gerak lanangan, penggunaan kumis palsu, serta perubahan dinamika iringan membangun representasi maskulin. Selanjutnya, berdasarkan perspektif Judith Butler, identitas gender dalam Tari Gandrung Marsan dipahami sebagai praktik performatif yang diwujudkan melalui pengulangan gerak, gestur, ekspresi, penggunaan kostum, dan praktik tubuh selama pertunjukan berlangsung. Dengan demikian, tubuh penari menjadi ruang berlangsungnya praktik performativitas gender, sedangkan bentuk penyajian tari menjadi sistem representasi yang membangun makna gender dalam pertunjukan.
Kata kunci: Representasi Gender, Performativitas Gender, Tari Gandrung Marsan, Stuart Hall, Judith Butler.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0








