A ANALISIS PROSES PEMBUATAN BATIK KARAWO
Kata Kunci:
Batik, Karawo, Motif, Khas GorontaloAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membuat karya tekstil yang menggabungkan teknik batik dan sulaman karawo yeng kemudian bernama sulam karawo. Sulam karawo mempunyai bentuk artistik sekaligus mempunyai kontribusi dalam pelestarian budaya karena menggunakan motif-motif khas Gorontalo. Lewat proses pembuatan batik karawo ini, dapat tercipta tampilan visual baru dalam karya kriya tekstil yang tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan tetap dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pembuatan batik karawo mencakup tahapan-tahapan yang sistematis dan sesuai dengan standar dalam pembuatan produk tekstil berkualitas. Tahapan pembuatan batik karawo adalah 1) Pemilihan kain 2) Pembuatan Motif 3) Pencantingan 4) Iris cabut benang, 5) Perendaman kain pada TRO, 6) Pewarnaan, 7) Pelorodan, 8) dan Menyulam, proses pembuatan telah berjalan dengan cukup baik. Selain itu, Karawo yang dihasilkan memiliki keunikan tersendiri melalui motif khas yang mencerminkan perpaduan antara teknik batik dan sulaman Karawo sebagai wujud pelestarian kearifan lokal.
Unduhan
Referensi
Antara, M., & Yogantari, M. V. (2018, November). Keragaman budaya Indonesia sumber inspirasi inovasi industri kreatif. In SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi) (Vol. 1, pp. 292-301).
Gustami, S. . (2004). Proses Penciptaan Seni Kriya: Untaian Metodologis. Yogyakarta: Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Pascasarjana ISI Yogyakarta.
Hariana, D., dkk. (2012). Analisa proses produksi sulaman Kerawang khas Gorontalo. Prosiding Seminar Nasional, Yogyakarta, 80.
Hasdiana, Sudana, I. W., Sakakibara, M., & Karuni, N. K. (2023). Influence of Various Factors on the Development of Karawo Traditional Textiles in Gorontalo Province, Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 38(4), 385–394. https://doi.org/10.31091/mudra.v38i4.2350
Hasdiana, D., & Naini, U. (2012). Peningkatan Brand Image Kerawang Melalui Penciptaan Desain Ragam Hias Kreatif Beridentitas Kultural Budaya Gorontalo Untuk Mendukug Industri Kreatif. Laporan Hasil Penelitian (Tidak Terbit).
Hasdiana, U., Naini, U., Mohamad, I., & Malanua, N. (2019). Engineering Design of Traditional Gorontalo Motif for Learning Karawo Embroidery. Dalam Proceedings of the 1st International Conference on Education Social Sciences and Humanities (ICESSHum 2019) (hal. 327-332). Atlantis Press.
Hendriyana, H., & Ds, M. (2021). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya Practice-Led Research and Practice-Based Research Seni Rupa, Kriya, Dan Desain–edisi Revisi. Penerbit Andi.
Moerniati, & Encus, A. D. (2013). Studi batik tulis (Kasus di Perusahaan Batik Ismoyo Dukuh Butuh Desa Gedongan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen) (Skripsi). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret.
Nugroho, S., & Wulandari, R. (2012). Teknologi pewarnaan tekstil. Yogyakarta: Andi.
Soedarso, S. P. (2000). Pengantar apresiasi seni. Jakarta: Gramedia.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian: Kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanto, A. (2010). Teknik membatik untuk pemula. Yogyakarta: Andi.
Trixie, M. (2020). Ragam Motif Batik Nusantara: Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Budaya.
Udilawaty, S., & Lasena, Y. (2024). Rumah Adat Dulohupa sebagai Identitas Visual Gorontalo. Venustas, 3(2), 71-76.
Ulin Naini, H. (2021). Penciptaan tekstil teknik ecoprint dengan memanfaatkan tumbuhan lokal Gorontalo. Jurnal Ekspresi Seni, 23(1), 2580-2208.
Waty, M. (2019). Inovasi Karawo Batik. Gorontalo: Katalog.
Yuningsih, S. (2018). Perancangan batik di Sekolah Menengah Kejuruan: Studi kasus SMK Negeri 14 Bandung Program Keahlian Kria Tekstil. Jurnal Rupa, 3(1), 14–15.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 20
,
PDF Downloads: 18

.png)

