TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM ONOMATOPE GIONGO PADA MANGA CRAYON SHINCHAN EPISODE 226–230 KARYA 臼井儀人 & UYスタジオ: KAJIAN PRAGMATIK
Abstrak
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengkaji klasifikasi giongo, jenis, dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam penggunaan
giongo (擬音語) pada manga Crayon Shinchan Episode 226–230 karya 臼井儀人 & UYスタジオ. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data manga Crayon Shinchan Episode 226–230
terbitan Futabasha. Sebanyak 24 data dikumpulkan melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik
catat. Instrumen utama adalah peneliti sendiri yang dibantu tabel analisis data. Analisis menggunakan model
interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teori Kindaichi (1978) dan Searle (1979). Hasil menunjukkan
seluruh data terklasifikasi sebagai giongo yang merepresentasikan bunyi nyata meliputi bunyi mekanis, aktivitas
manusia, lingkungan, intensitas tinggi, dan psikologis. Ditemukan tiga jenis tindak tutur ilokusi yakni representatif,
ekspresif, dan direktif dengan dominasi representatif. Secara fungsi, giongo berperan sebagai penanda kontekstual
yang memperkuat daya ilokusi, membangun suasana adegan, dan menyampaikan makna pragmatik melalui
keterpaduan unsur verbal dan visual. Disimpulkan bahwa giongo merupakan bagian sistem komunikasi
multimodal yang berfungsi pragmatik dalam manga. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji gitaigo dan
giseigo dengan pendekatan multimodal yang lebih luas.
Kata Kunci: pragmatik, tindak tutur ilokusi, giongo, onomatope, manga
Abstract
This study aims to examine the classification of giongo, the types, and the functions of illocutionary speech acts
in the use of giongo (擬音語) in the manga Crayon Shinchan Episodes 226–230 by 臼井儀人 & UYスタジオ.
This study employs a qualitative descriptive approach with the manga Crayon Shinchan Episodes 226–230
published by Futabasha as the data source. A total of 24 data were collected through the Non-Participatory
Observation technique (SBLC) and note-taking technique. The primary instrument is the researcher herself,
assisted by a data analysis table. Analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model with
theoretical triangulation referring to Kindaichi (1978) and Searle (1979). The findings reveal that all data are
classified as giongo representing real-world sounds including mechanical sounds, human activity sounds,
environmental sounds, high-intensity sounds, and psychological sounds. Three types of illocutionary speech acts
were identified, namely representative, expressive, and directive, with a dominance of the representative type. In
terms of function, giongo serve as contextual markers that reinforce illocutionary force, construct scene
atmosphere, and convey pragmatic meaning through the integration of verbal and visual elements. It is concluded
that giongo constitute part of a multimodal communication system that functions pragmatically in manga.
Keywords: pragmatics, illocutionary speech acts, giongo, onomatopoeia, manga
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Abstract views: 8
,
PDF Downloads: 12