Penyelenggaraan event banquet di hotel melibatkan produksi hidangan dalam skala masif yang berpotensi tinggi terhadap kontaminasi silang dan risiko foodborne illness jika tidak dikontrol ketat. Prosedur food sample merupakan garis pertahanan krusial penjaminan mutu hayati dan perlindungan hukum bagi industri perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan standar prosedur pelaksanaan food sample (preparing, sampling, storage, dan follow-up) di Banquet Kitchen Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya serta memetakan kendala operasional yang dihadapi staf dapur. Metode riset kuantitatif deskriptif dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif tematik. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner matriks evaluasi kepada 10 responden praktisi ahli kitchen banquet, wawancara mendalam bersama manajemen dapur, serta observasi partisipatif harian. Implementasi keseluruhan prosedur food sample mencapai skor rata-rata akumulatif yang sangat memuaskan, yaitu sebesar 3.76 dari skala 4.00 (93.91%). Dimensi dengan capaian tertinggi adalah follow-up (4.00/100%), diikuti preparing (3.80), dan storage (3.67). Namun, dimensi sampling mencatat skor terendah (3.55), dengan titik celah kritis pada ketepatan waktu pengambilan sampel saat rush hour (3.20) dan konsistensi takaran porsi (3.40). Prosedur food sample telah terlaksana secara mapan berkat kepatuhan terhadap sistem HACCP Hilton Worldwide, namun memerlukan intervensi taktis berupa sistem alarm pre-event otomatis serta penataan stiker pelabelan terpadu untuk menekan operational gap saat beban kerja puncak