SURVEI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA/SMK NEGERI SE-KOTA MOJOKERTO

  • Muhamad Andi Alief Putra Universitas Negeri Surabaya
  • Fifukha Dwi Khory Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) adalah mata pelajaran yang mengutamakan aktivitas fisik serta didukung dengan ketersediaan sarana prasarana untuk mencapai tujuan dari PJOK yaitu meningkatkan kebugaran peserta didik serta mengembangkan potensi. Sarana prasarana dianggap faktor paling penting dalam keberhasilan proses pembelajaran PJOK. Kelayakan sarana prasarana dapat berpengaruh pada kualitas peserta didik dalam melakukan aktivitas pembelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan  mengetahui sarana prasarana pada tingkat SMA/SMK di Kota Mojokerto. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu lima SMA/SMK yang ada di Kota Mojokerto. Instrumen yang digunakan yaitu Pangkalan Data Pendidikan Jasmani Olahraga Indonesia (PDPJOI). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa ketersediaan sarana prasarana pada tingkat SMA/SMK se-Kota Mojokerto masih tergolong kurang, hal ini dapat dibuktikan bahwa rata-rata yang diperoleh sebesar 86 dan yang tergolong dalam kategori “D” dan untuk nilai maksimum nya yaitu sebesar 250.

Kata Kunci: sarana; prasarana; pendidikan jasmani; survei

 

Abstract

Physical Education, Sports and Health (PESH) is a subject that takes an advantage of physical activity and supported by the availability of infrastructure to achieve the goals of PESH, that is improving the fitness of students, developing the potential of students. Infrastructure is considered the most important factor in the success of the PESH learning process. The feasibility of infrastructure can have an affect the quality of students in carrying out PESH learning activities. This study aims to determine the availability of infrastructure live at the Senior High School (SHS) in Mojokerto City. This study uses a descriptive method using a quantitative approach. The samples in this study were five SHS in Mojokerto City. This study uses a descriptive method using a quantitative approach. The samples in this study were five SHS in Mojokerto City. The instrument used was the Indonesian Sports, Physical Education Database (ISPED). Based on the results of the data analysis, the results show that the availability of infrastructure at the SHS level in Mojokerto is still low, it can be proven that the average obtained is 86 and is in the "D" category and for the maximum value is equal to 250.

Keywords: facilities; insfrastructure; physical educatioan, survey

Published
2021-01-20
Section
Articles