EVALUASI PENGEMBANGAN MEDIA PAINTING STONE PADA SISWA DISABILITAS NETRA

  • Desy Tri Handayani Universitas Negeri Surabaya
  • Dwi Cahyo Kartiko Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Pendidikan jasmani merupakan proses pembelajaran yang menggunakan aktivitas jasmani untuk meningkatkan kebugaran jasmani, perkembangan motorik dan kognitif. Setiap manusia berhak mendapatkan pendidikan terutama jasmani, karena hal tersebut berkaitan erat dengan pengembangan motorik dan pola hidup sehat. Tidak hanya mereka saja, namun anak berkebutuhan khusus (ABK) juga berhak mendapatkannya. Sebagian besar anak berkebutuhan khusus memiliki hambatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran PJOK, terutama dengan anak berkebutuhan khusus disabilitas netra. Anak disabilitas netra cenderung lebih tidak aktif dibandingkan anak-anak dengan disabilitas lain. Hal tersebut terjadi karena ruang gerak anak disabilitas netra terbatas. Pendidikan khusus anak berkebutuhan khusus di Indonesia masih terbilang kurang, karena banyak sekolah khusus yang tidak memiliki sarana dan prasana yang baik. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi kepada kepala sekolah SLBA YPAB Surabaya, diketahui bahwa sekolah tersebut kekurangan sarana dan prasaran untuk kegiatan pembelajaran PJOK sehingga siswa sekolah tersebut memiliki motorik yang rendah. Oleh karena itu penggunaan media painting stone diberikan sebagai alternatif media pembelajaran oleh tim peneliti untuk mengatasi masalah. Namun dalam pelaksanaannya diperlukan pengembangan dan penyempurnaan agar media tersebut dikatakan sangat baik.  Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE. Dalam pelaksanaannya, ADDIE memiliki 5 tahapan; (1) Analisis; (2) Perancangan; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi. Namun karena keterbatasan waktu dan kesempatan, peneliti membatasi langkah-langkah pengembangan menjadi tiga tahapan terdiri dari: tahap analisis, tahap perancangan dan tahap pengembangan. Hasil dari validasi yang dilakukan oleh lima validator yang ahli pada bidang masing-masing untuk aspek tampilan media sebesar 82,16% dan aspek pemanfaatan media sebesar 85%, adapun nilai rata-rata dari seluruh aspek adalah 83,58% oleh karena itu media painting stone dikatakan sangat baik. Ada beberapa saran dari validator mengenai proporsional bentuk dan ketelitian dalam pembuatan media agar huruf Braille yang dilukis bisa terbaca sesuai standar nasional. Dengan adanya penelitian ini, media painting stone diharapkan dapat diaplikasikan ke seluruh SLB A yang ada di Surabaya.

Kata Kunci: pengembangan; painting stone; ADDIE

 

Abstract

Physical education is a learning process that uses physical activity to improve physical fitness, motor development, and cognitive. Every human being deserves an education, especially physical because it is closely related to motor development and a healthy lifestyle. Not only them, but children with special needs (ABK) also deserve it.. Most children with special needs have obstacles in carrying out PJOK learning activities, especially with children with special needs who are visually impaired. Visually impaired children tend to be more inactive than children with other disabilities. This happens because the mobility space of visually impaired children is limited. Special education for children with special needs in Indonesia is still relatively lacking because there are still many special schools that do not have good facilities. Based on the results of interviews and observations to the principal of SLBA YPAB Surabaya, it is known that the school lacks the facilities and training for PJOK learning activities so that the students have a low motor. Therefore, the use of painting stone media is given as an alternative learning media by the research team to solve the problem. But in its implementation, it is necessary development and improvement so that the media is said to be very good. Development is done using the ADDIE model. In its implementation, ADDIE has 5 stages; (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation. However, due to time and opportunity constraints, researchers limited the development steps to three stages consisting of the analysis stage, the design stage, and the development stage. The result of validation was conducted by five validators who are experts in their respective fields for media display aspects of 82.16% and aspects of media utilization of 85%, while the average value of all aspects is 83.58% therefore the media painting stone is said to be very good. There are some suggestions from validators regarding proportional form and thoroughness in the manufacture of media so that the painted Braille letters can be read according to national standards. With this research, stone painting media is expected to be applied to all SLB A in Surabaya.

Keywords: development; painting stone; ADDIE

Published
2021-01-20
Section
Articles