PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOORDINASI DAN GERAK DASAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SITUBONDO

  • Nur Salsabila Rhesa Pandhadha Putra Universitas Negeri Surabaya
  • Dwi Cahyo Kartiko Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Program pembinaan atlet sangat diperlukan untuk menunjang prestasi olahraga. Pembinaan ini tentunya juga disertai dengan talent identification atau identifikasi bakat atlet melalui berbagai model. Salah satu model identifikasi atlet adalah dengan mengukur gerak dasar. Penelitian bertujuan untuk melihat kemampuan koordinasi dan gerak dasar siswa laki-laki dan siswa perempuan di sekolah menengah pertama di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan desain komparatif yang membandingkan kemampuan koordinasi gerak dasar siswa berdasarkan jenis kelaminnya. Komponen gerak dasar yang dimaksud adalah jumping sideways, moving sideways , dan shuttle throw. Hasil data akan diuji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan beda untuk melihat nilai signifikan dari dua kelompok sampel. Sampel pada penelitian ini berjumlah 1.000 siswa (595 putra dan 405 putri) yang dipilih dengan metode random sampling. Berdasarkan hasil uji normalitas, data menunjukkan distribusi tidak normal dengan nilai signifikansi 0.000 (> 0.05). Sehingga untuk uji beda dilakukan dengan uji non parametrik Mann-Whitney Test. Hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat nilai signifikan (<0.05) pada setiap komponen gerak dasar.  Pada jumping sideways, siswa laki-laki mendapatkan nilai rata-rata lebih tinggi (32.36) dari pada siswa perempuan (30.83). Pada moving sideways siswa laki-laki juga mendapatkan rata-rata lebih tinggi (25.26) dari pada siswa perempuan (23.99). Terakhir pada shuttle throw, siswa laki-laki juga mendapatkan nilai rata-rata yang terlampau jauh (578.24) daripada siswa perempuan (527.52). Berdasarkan hasil analisis uji beda yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa siswa laki-laki sekolah menengah pertama di Situbondo mempunyai kemampuan koordinasi dan gerak dasar yang lebih baik daripada siswa perempuan.

Kata Kunci: identifikasi bakat; koordinasi; gerak dasar

Abstract

Athlete training program is very important to support sports achievement. This program can be implemented with talent identification through various models. One of the athlete's identification models is by measuring basic motion. This study aims to see the coordination skills and basic movements of students and female students in junior high schools in Situbondo. This study used a comparative design that compares the basic movement coordination abilities of students based on their gender. The basic motion components are jumping sideways, moving sideways, and shuttle throws. The data will be tested by Kolmogorov-Smirnov normality test and two independent groups test . The sample were 1,000 students (595 male and 405 female) who were selected by random sampling method. Based on the results of the normality test, the data shows an abnormal distribution with a significance value of 0.000 (> 0.05). The non-parametric Mann-Whitney Test was used to identify the significant different between test. The results show that there is a significant value (<0.05) for each component of the basic motion. In jumping sideways, male students get a higher average score (32.36) than female students (30.83). On moving sideways male students also get a higher average (25.26) than female students (23.99). Finally, on the shuttle throw, male students also got an average score that was too far (578.24) than female students (527.52). Based on the results of the analysis of different tests that have been carried out, it can be concluded that male junior high school students in Situbondo have better coordination and basic movement skills than female junior high school students.

Keywords: talent identification; coordination; basic movement

Published
2021-04-02
Section
Articles