TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI DI KECAMATAN GUCIALIT KABUPATEN LUMAJANG

  • Naufal Arif Universitas Negeri Surabaya
  • Fifukha Dwi Khory Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Berkembangnya alat transportasi menyebabkan aktivitas fisik siswa dapat berkurang yang selanjutnya berimplikasi pada rendahnya kebugaran jasmani. Data kebugaran jasmani penting bagi guru untuk memulai memberikan perlakuan berupa peningkatan kebugaran jasmani. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui kebugaran jasmani siswa sehingga guru dapat menindaklanjuti hasil tersebut untuk digunakan dalam proses pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu menjelaskan hasil pengukuran kebugaran jasmani siswa sebanyak 110 orang (50 putra, 60 putri) yang diambil menggunakan cluster random sampling dari total populasi sebanyak 231 siswa. Sampel tersebut berasal dari siswa kelas VII Sekolah Satu Atap (SSA) Negeri Sombo, SSA Negeri Jeruk, dan SMP Negeri 2 Gucialit. Data berasal dari hasil tes kebugaran jasmani yang dilakukan oleh guru menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) yang selanjutnya diubah menjadi satuan ml/kg/menit. Analisis data menggunakan deskriptif statistik dan persentase yang memanfaatkan aplikasi Statistical Package For Social Science 20 (SPSS 20). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kebugaran jasmani seluruh siswa sebesar 29,53 ml/kg/menit dengan standar deviasi (SD) sebesar 3,860. Nilai rata-rata kebugaran jasmani siswa putra sebesar 29,34 dengan SD  3,738. Sedangkan nilai rata-rata kebugaran jasmani siswa putri sebesar 29,69 ml/kg/menit dengan SD 3,983. Kesimpulannya adalah siswa kelas VII SMP Negeri di kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang masih belum bugar.

Kata Kunci: aktivitas fisik; kebugaran jasmani; MFT

Abstract

The development of transportation means that students' physical activity can be reduced, which in turn has implications for low physical fitness. Physical fitness data is important for teachers to initiate treatment in the form of increased physical fitness. For this reason, the purpose of this study is to determine the physical fitness of students so that the teacher can follow up on these results to be used in the next learning process. This study used a descriptive method, namely explaining the results of measuring the physical fitness of 110 students (50 boys, 60 girls) who were taken using cluster random sampling from a total population of 231 students. The samples were from grade VII students of the One Roof School (SSA) Negeri Sombo, SSA Negeri Jeruk, and SMP Negeri 2 Gucialit. The data comes from the results of a physical fitness test conducted by the teacher using the Multistage Fitness Test (MFT) which is then converted into units of ml/kg/minute. Data analysis used descriptive statistics and percentages using the Statistical Package For Social Science 20 application (SPSS 20).  The average value of the male students' physical fitness was 29.34 with SD 3.738. Meanwhile, the average value of the female students' physical fitness was 29.69 ml/kg minute with SD 3.983. The conclusion is that the seventh grade students of State Junior High School in Gucialit sub-district, Lumajang Regency are still not fit.

Keywords: physical activity; physical fitness; MFT

 

Published
2021-05-26
Section
Articles