HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN

  • Wulyo Sigit Nawawi Universitas Negeri Surabaya
  • Taufiq Hidayat Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Kebugaran jasmani adalah suatu kondisi seseorang yang mampu dalamĀ  melakukan aktivitas setiap hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar PJOK. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Jumlah populasi yaitu 206 siswa. Sampel diambil dengan cara cluster sampling. Teknik sampling dibuat dengan cara undian kode kelas I-VI, dari 6 kelas tersebut dimasukkan ke suatu tempat kemudian dikocok dan dikeluarkan satu sehingga kode yang terpilih menjadi sampel yaitu kelas V SDN Randegan yang berjumlah 41 peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 2 kelas yang masing-masing berjumlah 21 pada kelas V-A dan 20 pada kelas V-B. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yakni nilai rapor pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan semester ganjil tahun ajaran 2020-2021 dan tes pengukuran untuk kebugaran jasmani menggunakan Tes TKJI. Dari hasil perhitungan data menggunakan SPSS diperoleh pembuktian dari hasil perhitungan uraian data memakai korelasi product moment yang mendapatkan hasil perhitungan nilai Sig 0,564 dan menghasilkan nilai r2 sebesar 0,9%, dengan demikian hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dan hasil belajar PJOK menunjukkan hubungan yang sangat lemah, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada ikatan yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan hasil belajar PJOK pada peserta didik kelas V SDN Randegan Dawarblandong Mojokerto. Jadi berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani bukan salah satu faktor yang menentukan kenaikan maupun penurunan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: hubungan; kebugaran jasmani; prestasi belajar

Abstract

Physical fitness is a condition of a person who is able to do activities every day without experiencing significant fatigue. The purpose of this study is to find out whether or not there is a relationship between physical fitness levels and the results of learning PJOK. This research uses quantitative research. The population is 206 students. Samples are taken by way of cluster sampling. Sampling technique is made by lottery code class I-VI, from 6 classes are put somewhere then shaken and issued one so that the code selected into a sample is class V SDN Randegan which amounts to 41 students. The research sample amounted to 2 classes, 21 in class V-A and 20 in class V-B, respectively. The instruments used for data collection are the value of physical education, sports and health reports of odd semesters of the 2020-2021 school year and measurement tests for physical fitness using the TKJI Test. From the results of data calculation using SPSS obtained proof from the data description calculation using product moment correlation that obtained the results of the calculation of Sig 0.564 value and produced a value of r2 of 0.9%, thus the relationship between physical fitness level and PJOK learning results showed a very weak relationship, so it can be concluded that there is no significant bond between physical fitness and PJOK learning results in students of grade V SDN Randegan Dawarblandong Mojokerto. So based on the results of the study, it can be concluded that physical fitness is not one of the factors that determine the increase or decrease in student learning outcomes.

Keywords: relationships; physical fitness; learning achievement

Published
2021-05-31
Section
Articles