SURVEI PERBANDINGAN TINGKAT KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PEMBELAJARAN PJOK DI SMPN 1 PONOROGO DAN SMPN 1 JETIS

  • Bima Nusantara Universitas Negeri Surabaya
  • Bambang Ferianto Tjahyo Kuntjoro Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Pada saat ini di dunia sedang mengalami penyebaran virus corona atau covid 19 salah satunya negara Indonesia. Sehingga kegiatan belajar hanya dapat dilakukan secara daring atau online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan kurikulum 2013 pada pembelajaran PJOK di sekolah menegah pertama yang berada di wilayah kota dengan yang berada di wilayah desa. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan dengan mengisi kuesioner melalui google form. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode simple random sampling untuk menentukan jumlah sampel dari kedua sekolah yang akan diteliti dengan jumlah siswa yang dijadikan sampel 120 siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket keterlaksanaan pembelajaran PJOK sesuai dengan kurikulum 2013 yang berjumlah 33 pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas untuk mengetahui data yang diambil normal atau tidak dalam keterlaksanaan kurikulum 2013 pada pembelajaran PJOK. Setelah itu uji homogenitas untuk mengetahui data yang diambil homogen atau tidak. Selanjutnya menggunakan uji independent t-tes untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan dari kedua sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dari kedua sekolah, dengan hasil signifikan 0.12. Pada SMPN 1 Ponorogo tingkat keterlaksanaan kurikulum 2013 pada pembelajaran PJOK tercatat dalam kategori baik dengan jumlah responden 37 siswa (61,67%) dan pada SMPN 1 Jetis tercatat dalam kategori cukup baik dengan responden 29 siswa (48,00%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kedua sekolah pada tingkat keterlaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran PJOK.

Kata Kunci: kurikulum 2013; pembelajaran PJOK; pembelajaran daring

Abstract

The world is currently suffering from corona virus or covid-19, including Indonesia. It makes learning activities can only be conducted online. This research aimed to determine the level of implementation of the 2013 curriculum on PJOK (Sports, physical Education and health) learning in junior high school in urban areas and in rural areas. This research was a survey research conducted by filling out a questionnaire via google-form. The sampling method used in this research was simple random sampling method to determine the number of samples from the two schools to be studied with 120 students as the sample. The instrument used was a questionnaire for the implementation of PJOK based on the 2013 curriculum of 33 questions. The data analysis technique used was the normality test to determine whether the data taken was normal or not in the implementation of the 2013 curriculum in PJOK learning. Furthermore, the homogeneity test was to determine whether the data taken is homogeneous or not. It used the independent t-test to determine whether there are significant differences between the two schools. The results of this research indicated that there was no significant difference between the two schools, with a significant result of 0.12. At SMPN 1 Ponorogo, the level of implementation of the 2013 curriculum in PJOK learning was recorded in the good category with the number of respondents 37 students (61.67%) and at SMPN 1 Jetis, it was recorded in the fairly good category with 29 students as respondents (48.00%). From the results of the research, it can be concluded that there was no significant difference between the two schools in the level of 2013 curriculum implementation in PJOK learning

Keywords: curriculum 2013; physical education sport and health learning; online learning


Published
2021-06-16
Section
Articles