PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER FUTSAL PUTRA SMAN 3 DAN SMKN 2 DI BOJONEGORO

  • Pungki Septia Famuji Universitas Negeri Surabaya
  • Hari Wisnu Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani para peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra di SMK Negeri 2 Bojonegoro dan SMA Negeri 3 Bojonegoro. Metode penelitian ini masuk dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif, yaitu desain yang digunakan untuk membandingkan satu sampel kelompok dengan yang lainnya. Peneliti menggunakan populasi sebanyak jumlah semua responden, dengan jumlah sampel 43 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan, yaitu dalam pengambilan sampel ciri dan karakteristiknya telah diketahui lebih awal berdasarkan sifat dan juga ciri populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non partisipatif dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap fenomena penelitian, namun pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang sedang diamati .Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mean, media, rasio, presentase dan sebagainya. Hasil dari TKJI menunjukkan bahwa nilai 0,382>0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani pada peserta didik. Dan hasil rerata pada TKJI yang dilakukan pada kedua kelompok tersebut memperoleh hasil sebesar 5,495 untuk SMK Negeri 2 Bojonegoro dan 5,129 untuk SMA Negeri 3 Bojonegoro. Berdasarkan hasil rerata yang sudah diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler futsal putra di SMK Negeri 2 Bojonegoro lebih baik dibandingkan di SMA Negeri 3 Bojonegoro.

Kata Kunci: kebugaran jasmani; ekstrakurikuler; futsal putra

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in the level of physical fitness of the students who took part in the men's futsal extracurricular at SMK Negeri 2 Bojonegoro and SMA Negeri 3 Bojonegoro. This research method is included in descriptive research with a quantitative approach. This study uses a comparative research design, which is a design used to compare one sample group with another. Researchers used a population of all respondents, with a sample of 43 students. Sampling is done by using purposive sampling technique or sample purpose, namely in sampling the characteristics and characteristics have been known earlier based on the characteristics and characteristics of the population. The data collection technique uses non-participatory observation by conducting systematic observations and recordings of the research phenomenon, but the observer does not participate in the activities being observed. The data analysis techniques used in this study are mean, media, ratio, percentage and so on. The results of the TKJI show that the value is 0.382>0.05. This shows that there is no difference in the level of physical fitness in students. And the average results of the TKJI conducted in the two groups obtained a result of 5,495 for SMK Negeri 2 Bojonegoro and 5,129 for SMA Negeri 3 Bojonegoro. Based on the average results that have been obtained, it can be concluded that the level of physical fitness of students who take part in the men's futsal extracurricular at SMK Negeri 2 Bojonegoro is better than at SMA Negeri 3 Bojonegoro.

Keywords:   physical fitness; extracurricular; men's futsal

 

 

 

Published
2021-07-13
Section
Articles