PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMANASAN TERHADAP KESIAPAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK

  • Hastomy Hastomy Universitas Negeri Surabaya
  • Sasminta Christina Yuli Hartati Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Siswa pada dasarnya tidak ingin merasa bosan pada saat pembelajaran, karena pelajaran yang membosankan pada akhirnya menjadi tidak menyenangkan. Hal ini terjadi pada siswa kelas VII di SMPN 19 Surabaya, karena pada saat pembelajaran Pendidikan Jasmani berlangsung tidak semua siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan antusias karena materi yang diberikan dirasa kurang menarik. Akan tetapi saat pemanasan berupa permainan siswa terlihat menjadi semangat dan mereka terlihat siap dan antusias untuk menerima materi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana pengaruh permainan tradisional dalam aktivitas pemanasan terhadap kesiapan siswa dalam proses pembelajaran PJOK. Subjek penelitian berjumlah 56 siswa kelas VII SMPN 19 Surabaya, terdiri 28 siswa kelompok eksperimen dan 28 siswa kelompok control. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan metode pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain pre test-post test control group design. Teknik pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling sedangkan pengambilan data menggunakan kuesioner  informatif berupa google form yang berisi jumlah penghitungan denyut nadi sebelum dan sesudah pemanasan oleh setiap responden pada saat pre-test dan post-test selama 1 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan yang ditunjukkan dengan nilai taraf signifikan 0,585 > 0,05. Sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dalam pengaruh pengaruh penerapan permainan tradisional dalam pemanasan terhadap kesiapan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada siswa kelas VII SMPN 19 Surabaya.

Kata Kunci: permainan tradisional; pemanasan; kesiapan siswa

Abstract

Students basically do not want to feel bored during learning, because boring lessons in the end become unpleasant. This happened to class VII students at SMPN 19 Surabaya, because when the Physical Education learning took place, not all students participated in the learning activities enthusiastically because the material provided was deemed less interesting. However, during the warm-up in the form of games, the students looked enthusiastic and they looked ready and enthusiastic to receive the next material. This study aims to determine and describe how the influence of traditional games in warm-up activities on students' readiness in the PJOK learning process. This type of research is a pure experiment with a quantitative approach method and uses a pre-test-post-test control group design. The research subjects were 56 students of class VII SMPN 19 Surabaya, consisting of 28 students in the experimental group and 28 students in the control group. The sample selection technique used cluster random sampling, while data collection used an informative questionnaire in the form of a google form containing the number of pulse counts before and after warming up by each respondent during the pre-test and post-test for 1 minute. The results showed that there was no significant effect as indicated by a significant level value of 0.585 > 0.05. So that researchers can conclude that there is no significant effect in the influence of the application of traditional games in warming up students' readiness in learning Physical Education, Sports and Health in class VII SMPN 19 Surabaya.

Keywords: traditional games; warmig up; students readiness

 

Published
2021-07-28
Section
Articles