IDENTIFIKASI KEBUGARAN JASMANI TERKAIT POLA HIDUP SEDENTARY DI KALANGAN REMAJA PADA SMA DAN MA DI KECAMATAN DRIYOREJO
Keywords:
kebugaran jasmani, pola hidup sedentary, remaja, sekolah negeri, sekolah swastaAbstract
Kebugaran jasmani merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan seseorang. Individu dengan tingkat kebugaran jasmani yang baik cenderung memiliki kemampuan lebih optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan berlebihan. Sebaliknya, rendahnya aktivitas fisik dan tingginya perilaku sedentary dapat menyebabkan penurunan fungsi kardiovaskular, kekuatan otot, serta daya tahan tubuh. Perkembangan teknologi mendorong meningkatnya perilaku sedentary pada remaja yang berpotensi menurunkan kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebugaran jasmani dan pola hidup sedentary serta perbedaannya pada siswa sekolah negeri dan swasta di Kecamatan Driyorejo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan subjek 52 siswa. Kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) dan pola hidup sedentary menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), dengan analisis Mann–Whitney U. Hasil menunjukkan kebugaran jasmani berada pada kategori sedang hingga rendah dan tidak terdapat perbedaan signifikan antara siswa sekolah negeri dan swasta (p = 0,060). Hasil Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada klasifikasi sedang dan kurang. Secara deskriptif, nilai rata-rata kebugaran jasmani siswa sekolah negeri cenderung lebih tinggi dibandingkan siswa sekolah swasta. Pola hidup sedentary tergolong tinggi dan juga tidak berbeda signifikan (p = 0,736). Disimpulkan bahwa jenis sekolah bukan faktor utama yang memengaruhi kebugaran jasmani maupun pola hidup sedentary, sehingga diperlukan peningkatan aktivitas fisik dan pengurangan perilaku sedentary.
Downloads
References
(WHO), W. H. O. (2023). Physical activity. Https://Www.Who.Int/Health-Topics/Physical-Activity?Utm_source=chatgpt.Com.
Ali, F. (2025). Kurang Bergerak, Ancaman Tersembunyi Kesehatan Indonesia. Badankebijakan.Kemkes.Go.Id.
Arifya, H., Saragih, S. B., Khairunnisa, N., Suyono, & Alwi, Y. (2025). Peran Pendidikan Jasmani dalam Meningkatkan Kesehatan dan Keterampilan Siswa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(8).
Assagaf, M. Z., Ramadhan, S., & Puspikawati3, S. I. (2023). Literature Review: Hubungan Kejadian Sedentary Lifestyle dengan Obesitas di Masa Pandemi Covid-19. Media Gizi Kesmas, 12(2).
Dewi, R. C., Rimawati, N., & Purbodjati. (2021). Indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan kebugaran fisik remaja. Journal of Public Health Research, 10.
Fadillah, A. N., Maulang, I., & Hardiyanty, N. (n.d.). The correlation between sedentary lifestyle and physical fitness level in adolescents.
Hanifah, L., Nasrulloh, N., & Sufyan, D. L. (2023). Sedentary Behavior and Lack of Physical Activity among Children in Indonesia. Children (Basel), 10(8). https://doi.org/10.3390/children10081283
Karaca, A., & Demirci, N. (2019). Validity and Reliability of the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) in Adolescents Aged Between 11 and 14. Turkish Journal of Sports Medicine, 54(4), 255–266. https://doi.org/10.5152/tjsm.2019.140
Keliat, P., Zega, S. P., Zebua, R. A. P., Gulo, S. S., Hasibuan, S. A. N., & Gulo, R. K. (2025). Peran Aktivitas Fisik dalam Meningkatkan Kesehatan Jasmani dan Mental. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2).
Maksum, A. (2018a). Metodologi Penelitian Dalam Olahraga. Unesa University Press, 298.
Marsanda, P., & Kurniawan, A. (2023). Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat. Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan, 12(1).
Meredith, N., Alleyne, D., & Cawley, P. (1996). Quantitative determination of the stability of the implant-tissue interface using resonance frequency analysis. Clin Oral Implants Res, 7(3). https://doi.org/https://doi.org/10.1034/j.1600-0501.1996.070308.x
Mulyaningsih, F., Suryobroto, A. S., Pertiwi, N. C., & Utama, A. B. (2023). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dan Pola Hidup Sehat Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Olahraga di SMP Negeri 2 Mlati. Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA), 29(1).
Prasetyo, N. H., & Hidayat, T. (2021). Perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI Jurusan IPA dan Kelas XI Jurusan IPS. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 9(1).
Prayoga, R., Welis, W., Andria, Y., & Syafrianto, D. (2024). Analysis of Physical Fitness Levels of Sedentary Lifestyle Students in SMAN 2 Bukittinggi. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 2(2), 10–18.
Prince, S. A., Elliott, C. G., Scott, K., Visintini, S., & Reed, J. L. (2019). Device-measured physical activity, sedentary behaviour and cardiometabolic health and fitness across occupational groups: a systematic review and metaanalysis. Prince et Al. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 16(30).
Rachmawati, A., & Nurhayati, F. (2015). Perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani Sekolah SMAN, MAN Dengan Smkn (Studi Pada Siswa Kelas X Di Sman 1 Mojosari, Siswa Kelas X MAN Mojosari dan Siswa Kelas X Di SMKN 1 Pungging). Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 3(3).
Sara, K., Risma, R., & Sutisna, N. (2020). Hubungan Durasi Tidur dan Perilaku Sedentary dengan Body Mass Index pada Siswa SMA Negeri 3 Ciamis. Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan, 5(2), 120–127. https://doi.org/10.17509/jtikor.v5i2.27960
Silaban, R. A., Moleong, M., & Ramli, M. (2025). Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yadika Langowan. Sport Gymnatics: Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 6(2).
Wibowo, S. (2020). SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI DI MADIUN Nur Ayu Oktaviani *, Sapto Wibowo. 7–18.
World Health Organization. (2019). Studi baru yang dipimpin WHO menyatakan bahwa mayoritas remaja di seluruh dunia tidak cukup aktif secara fisik, sehingga membahayakan kesehatan mereka saat ini dan di masa depan. Who.Int.
Abstract views: 2