Interaksi Sosial Peserta Didik Autis Dengan Teman Sebaya di SD Muhammadiyah 1 Krembung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial peserta didik autis di sekolah inklusi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam proses interaksi sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik autis, guru kelas, dan Guru Pendamping Khusus (GPK). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta didik autis di sekolah inklusi lebih dominan terjadi dengan guru dibandingkan dengan teman sebaya. Peserta didik autis mampu merespons panggilan guru, menjawab pertanyaan sederhana, serta meminta bantuan ketika mengalami kesulitan. Namun, dalam interaksi dengan teman sebaya, peserta didik autis cenderung jarang memulai percakapan dan lebih sering menunggu ajakan dari teman. Faktor pendukung interaksi sosial meliputi dukungan guru dan Guru Pendamping Khusus, strategi pembelajaran yang terstruktur, serta lingkungan sekolah yang inklusif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi hambatan komunikasi sosial, kesulitan memahami ekspresi orang lain, serta sensitivitas terhadap lingkungan yang ramai. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari guru, sekolah, dan orang tua untuk membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial peserta didik autis di sekolah inklusi.
Kata Kunci: interaksi sosial, autisme, sekolah inklusi.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 0