Interjeksi Sebagai Representasi Emosi Oleh Para Tokoh dalam Film The Girl Of Destiny《天命玄女》Tiānmìng Xuán Nǚ Karya《董伟》Dǒng Wěi
Keywords:
Interjeksi, Representasi Emosi, Pragmatik, Konteks Budaya, Film The Girl of Destiny 《天命玄女》 Tiānmìng Xuán NǚAbstract
Penelitian ini membahas interjeksi sebagai representasi emosi oleh para tokoh dalam film The Girl of Destiny 《天命玄女》 karya 《董伟》 Dǒng Wěi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis interjeksi, fungsi emosi interjeksi, serta faktor konteks budaya yang terkandung dalam penggunaan interjeksi pada dialog antartokoh dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sumber data penelitian berupa tuturan yang mengandung interjeksi dalam film The Girl of Destiny 《天命玄女》. Data dianalisis menggunakan teori jenis interjeksi oleh Zhu Dexi (1980), teori fungsi interjeksi oleh Li dan Thompson (1981), serta teori konteks budaya oleh Fang dan Faure (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 104 data interjeksi yang terdiri atas 95 data interjeksi emosi dan 9 data interjeksi panggilan serta tanggapan. Interjeksi yang paling dominan adalah interjeksi 啊 (a) sebanyak 58 data yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai reaksi emosional secara spontan. Berdasarkan fungsi emosi interjeksi ditemukan empat fungsi, yaitu fungsi penanda sikap penutur sebanyak 58 data, fungsi ekspresi emosi spontan sebanyak 33 data, fungsi sosial dan interaksional sebanyak 7 data, serta fungsi penanda discourse sebanyak 6 data. Sementara itu, berdasarkan faktor konteks budaya ditemukan enam kategori, yaitu hierarki sosial sebanyak 36 data, komunikasi konteks tinggi sebanyak 23 data, kehormatan sosial sebanyak 15 data, kolektivisme sebanyak 14 data, keharmonisan sosial sebanyak 12 data, dan keseimbangan dinamis yin-yang sebanyak 3 data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interjeksi dalam film The Girl of Destiny《天命玄女》tidak hanya berfungsi sebagai unsur kebahasaan, tetapi juga sebagai representasi emosi, sikap penutur, serta interaksi sosial yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Tiongkok. Dengan demikian, penggunaan interjeksi dalam film memiliki hubungan yang erat antara bahasa, emosi, dan konteks budaya dalam komunikasi antartokoh.
Downloads
References
Afrina, U. (2018). Perbandingan interjeksi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Metahumaniora, 8(2), 205-214. https://doi.org/10.24198/mh.v8i2.20696
Ahmadi, A. (2019). Metode penelitian sastra. Surabaya, Indonesia: Graniti.
Ameka, F. (1992). Interjections: The universal yet neglected part of speech. Journal of Pragmatics, 18(2–3), 101–118. https://doi.org/10.1016/0378-2166(92)90048-G
Aminuddin. (1998). Semantik: Pengantar studi tentang makna. Bandung: CV Sinar Baru.
Aulia, R., & Sutami, H. (2022). Emotional expression of the interjection 哎呀 (aiya). Bambuti, 4(2), 1–9. https://doi.org/10.53744/bambuti.v4i2.35
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative research for education : An introduction to theory and methods (3rd ed.). Boston, MA: Allyn & Bacon.
Chaer, A. (1990). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Chaer, A. (1994). Semantik. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Chaer, A. (1998). Tata bahasa praktis bahasa Indonesia. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Chaer, A. (2011). Linguistik umum. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2005). The Sage handbook of qualitative research (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Djajasudarma, F. (2009). Semantik I. Bandung, Indonesia: PT Eresco.
Djajasudarma, T. F. (1993). Semantik 1 dan 2: Pemahaman ilmu makna. Bandung, Indonesia: PT Eresco.
Efendi, R., & Monica, A. T. (2022). Penggunaan interjeksi dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Triangulasi: Jurnal Pendidikan Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajaran, 1(2), 23–31. https://journal.unpak.ac.id/index.php/triangulasi/article/view/4460
Fang, T., & Faure, G. O. (2011). Chinese communication characteristics: A Yin Yang perspective. International Journal of Intercultural Relations, 35(3), 320–333. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2010.06.005
Farina, S., Anggraeni, A., Supriatnaningsih, R., & Marsuki, R. R. (2022). Pengembangan modul apersepsi untuk guru bahasa Mandarin tingkat sekolah dasar. Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.15294/longdaxiaokan.v5i1.39128
Halliday, M. A. K., & Hasan, R. (1985). Language, context and text: Aspects of language in a social-semiotic perspective. Victoria, Australia: Deakin University Press.
Hendryadi, H., Tricahyadinata, I., & Zannati, R. (2019). Metode penelitian: Pedoman penelitian bisnis dan akademik. Jakarta, Indonesia: LPMP Imperium.
Hertinjung, W. S. (2009). Gangguan perilaku pada anak SD ditinjau dari ekspresi emosi ibu. Surakarta, Indonesia: LPPM UMS.
Hockett, C. F., & Hockett, C. D. (1960). The origin of speech. Scientific American, 203(3), 88–97.
Hude, M. D. (2006). Emosi: Penjelajahan religio-psikologis. Jakarta, Indonesia: Erlangga.
Jakobson, R. (1960). Closing statement: Linguistics and poetics. In T. A. Sebeok (Ed.), Style in language (pp. 350–377). Cambridge, MA: MIT Press.
Kridalaksana, H. (1986). Kelas kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.
Li, C. N., & Thompson, S. A. (1981). Mandarin Chinese: A functional reference grammar. Berkeley, CA: University of California Press.
Lyons, J. (1977). Semantics (Vol. 2). Cambridge, England: Cambridge University Press.
Mahsun. (2005). Metode penelitian bahasa: tahapan strategi, metode dan tekniknya. Jakarta, Indonesia: PT Raja Grafindo Persada.
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mofan, X. (2017). 拟人声词实示用法及其与叹词的关系. 11 (1), 1–20. https://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091
Moleong, L. J. (1989). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya.
Nazir, M. (2013). Metode penelitian. Bogor, Indonesia: Ghalia Indonesia.
Nisa, K. (n.d.). Analisis penggunaan 叹词 (tàncí) (interjeksi) dalam novel 微微一笑很倾城 (Wéiwéi yīxiào hěn qīngchéng) karya 顾漫 (Gù Màn) [Skripsi, Universitas Brawijaya]. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/175532
Nurfadhilah, N. Z., & Subandi, S. (2024). Penggunaan interjeksi oleh para tokoh dalam komik 《隋唐五代中》 (Suítáng Wǔdài Zhōng) karya 笑江南 (Xiào Jiāngnán). Jurnal Bahasa Mandarin, 7(1). Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/manadarin/article/view/61894
Nurseha, R., Belasunda, R., & Hendiawan, T. (2017). Editing montage dalam film pendek Kisah yang Tak Terbaca. eProceedings of Art & Design, 4(3).
Prakasa, M. D. (2018). Analisis fungsi dan makna interjeksi bahasa Mandarin pada film Kungfu Panda 3 [Skripsi, Universitas Sumatera Utara].
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Yogyakarta, Indonesia: Sanata Dharma University Press.
Sugiyono, S. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Wierzbicka, A. (1992). Semantics, culture, and cognition: Universal human concepts in culture-specific configurations. New York, NY: Oxford University Press.
李夏歌. (2024). 互动视角下汉语叹词的二语教学研究 [硕士学位论文, 华中科技大学].
李湘君. (2017). 契诃夫作品中感叹词的语义及功能研究 [硕士学位论文, 华中师范大学外国语学院].
赵德熙. (1980). 语法讲义. 北京: 商务印书馆.
翟冰雁. (2025). 浅析电影《菊豆》对小说《伏羲伏羲》的改编. 今古文创, (14), 76–78. Retrieved from 中国知网 (CNKI) database.
刘丹青. (2009). 实词的拟声化重叠及其相关构式. 中国语文, 1, 22–31.
赵悦悦. (2024). 汉英次生叹词比较研究[硕士学位论文, 上海师范大学]. https://doi.org/10.27312/d.cnki.gshsu.2024.001540
郭锐. (2002). 现代汉语词类研究. 北京: 商务印书馆.
袁静怡, & 毛玥. (2020). 基于剧本语料分析的英语二级感叹词的语用意义探析——以“dear”和“boy”为例. 文化创新比较研究, (33), 3–5. Retrieved from 中国知网 (CNKI) database.
马清华. (2011). 论叹词形义关系的原始性. 语言科学, 10(5), 482–496.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 11
,
PDF Downloads: 8