PEMODELAN GEMPA BUMI DI PROVINSI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN EXTREME VALUE THEORY DAN PROBABILISTIC SEISMIC HAZARD ANALYSIS
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p261-270Abstract
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia yang menyebabkan Indonesia menjadi wilayah yang rawan terjadi gempa bumi. Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi yang dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi salah satu wilayah yang cukup rentan adalah Provinsi Jawa Timur. Wilayah Jawa Timur dipilih karena terdapat kejadian gempa tak lazim pada hari Jumat, 22 Maret 2024 di Pulau Bawean, Jawa Timur. Data kejadian gempa bumi di Provinsi Jawa Timur dengan besaran 4.5 magnitudo atau lebih pada tahun 2004 hingga 2024 dianalisis untuk mengetahui model kejadian gempa bumi yang akan datang. Pemodelan kejadian gempa bumi dilakukan sebagai salah satu sarana untuk melakukan prediksi kejadian gempa bumi sehingga mampu membantu berbagai pihak untuk persiapan mitigasi bencana gempa bumi. Pemodelan gempa bumi dilakukan dengan dua metode yaitu Extreme Value Theory (EVT) sebagai pendekatan statistik yang akan dibandingkan dengan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) yang merupakan pendekatan geologis. Hasil pemodelan kedua pendekatan dibandingkan menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) untuk memilih model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSHA memiliki hasil model yang lebih baik dengan hasil perhitungan AIC sebesar -2806.87 sehingga dapat dikatakan bahwa PSHA memberikan model gempa yang lebih baik berdasarkan data kejadian gempa bumi di Jawa Timur
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 11
,
PDF Downloads: 15









