ANALISIS RISIKO PORTOFOLIO OPTIMAL MENGGUNAKAN TREYNOR BLACK MODEL DAN EXPECTED SHORTFALL
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p466-474Abstract
Perkembangan investasi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif dan mendorong perlunya penerapan strategi manajemen risiko yang efektif. Penelitian ini bertujuan membentuk portofolio optimal berbasis saham syariah dengan menggabungkan model Treynor-Black dan metode Expected Shortfall (ES). Model Treynor-Black digunakan untuk mengidentifikasi saham-saham unggulan berdasarkan alpha dan beta, sedangkan ES dipilih karena mampu mengukur risiko ekstrem secara lebih akurat dibandingkan Value at Risk (VaR). Analisis dilakukan dengan menggunakan data harian saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) untuk periode Juni 2023 hingga Mei 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 10 saham yang layak dimasukkan ke dalam portofolio aktif. Bobot yang dihasilkan ADRO sebesar 26,42%, TPIA 16,19%, AKRA 12,46%, PTBA 9,07%, JPFA 8,54%, ACES sebesar 8,36%, EXCL sebesar 7,31%, MIKA sebesar 7,14%, CPIN sebesar 3,03%, dan CTRA 1,48%. Portofolio gabungan yang terbentuk dari portofolio aktif dan portofolio pasar menghasilkan expected return harian sebesar 0,025% dengan standar deviasi sebesar 1,11%, dan nilai Expected Shortfall 5,02%. Hal ini mencerminkan keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko yang terukur, sehingga kombinasi model Treynor Black dan Expected Shortfall efektif dalam membentuk portofolio syariah yang optimal dan responsif terhadap dinamika pasar.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 5
,
PDF Downloads: 3









