ANALISIS SENTIMEN TWITTER TERHADAP CALON GUBERNUR DKI JAKARTA 2024 MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY MAMDANI
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p342-349Abstract
Abstrak
Media sosial, khususnya Twitter (X), telah menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk mengekspresikan opini berbagai isu, termasuk isu politik secara real-time. Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2024, tiga kandidat Ridwan Kamil, Dharma Pongrekun, dan Pramono Anung aktif menggunakannya untuk kampanye. Penelitian ini menganalisis sentimen publik terhadap ketiganya menggunakan logika fuzzy Mamdani, dengan data tweet dari Agustus–November 2024. Proses mencakup preprocessing, pembobotan skor menggunakan leksikon InSet, fuzzifikasi, aturan fuzzy, dan defuzzifikasi. Sentimen dikategorikan sebagai positif, netral, atau negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum sentimen publik cenderung netral, dengan pasangan Pramono Anung-Rano Karno memperoleh proporsi sentimen positif tertinggi (31,34%). Evaluasi model mengungkapkan kinerja suboptimal dengan akurasi 35,94% dan F1-Score 37,90%. Model ini lebih mampu mengidentifikasi sentimen netral tetapi kesulitan membedakan sentimen positif dan negatif. Perbandingan dengan hasil pemilihan KPU menunjukkan korelasi parsial antara sentimen publik di media sosial dan hasil pemilihan. Penelitian ini menyarankan optimasi model dengan algoritma yang lebih canggih, perbaikan fungsi keanggotaan, dan penggabungan leksikon InSet dengan leksikon lain yang lebih komprehensif.
Kata kunci : Analisis sentimen, fuzzy mamdani, pilkada, DKI Jakarta, logika fuzzy
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 8
,
PDF Downloads: 5









