PEMODELAN JUMLAH SUSPEK CAMPAK DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN MODEL REGRESI QUASI POISSON
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p624-632Abstract
Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak golongan Paramyxovirrus yang dapat menyebabkan kematian. Indonesia termasuk salah satu dari 10 negara dengan jumlah kasus campak tertinggi di dunia pada tahun 2022 dan mengalami peningkatan drastis pada 2023. Diantara seluruh provinsi di Indonesia, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah temuan kasus campak dan suspek campak tertinggi pada tahun 2023. Penemuan suspek campak sendiri merupakan strategi surveilans dalam menangani kejadian campak. Hubungan antara jumlah suspek campak di Jawa Barat yang merupakan data count dengan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya dapat dianalisa menggunakan analisis regresi salah satunya dengan menggunakan model regresi Poisson. Akan tetapi model regresi Poisson yang diperoleh pada penelitian ini tidak memenuhi asumsi equidispersi, sehingga signifikansi parameter dinilai tidak akurat dan tidak dapat dipercaya. Sebagai alternatif dalam menangani tidak terpenuhinya asumsi equidispersi pada model regresi Poisson, dilakukan pemodelan regresi Quasi Poisson. Menurut model regresi Quasi Poisson yang diperoleh pada penelitian ini, faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah suspek campak di Jawa Barat tahun 2023 adalah jumlah balita kekurangan gizi.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 3
,
PDF Downloads: 6









