PENENTUAN RISIKO KREDIT OBLIGASI MENGGUNAKAN MODEL KMV MERTON
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p595-603Abstract
Investasi dalam instrumen obligasi memiliki potensi keuntungan yang stabil, namun juga mengandung risiko, salah satunya risiko kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat risiko kredit obligasi suatu perusahaan dengan menggunakan model KMV Merton. Model ini merupakan pendekatan struktural yang memanfaatkan data pasar seperti nilai total aset, nilai pasar ekuitas, nilai liabilitas, serta volatilitas aset perusahaan, untuk menghitung Expected Default Frequency (EDF) atau probabilitas gagal bayar. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta memiliki tingkat kredit yang baik. Adapun hasil perhitungan yang didapatkan adalah nilai volatilitas aset sebesar 0,1001509 atau 10,02%, nilai pasar ekuitas sebesar Rp 56.202.310.462.129, nilai liabilitas sebesar Rp 387.405.553.465, nilai Distance to Default (DD) sebesar 13,11908, dan nilai Expected Default Frequency (EDF) sebesar . Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai EDF perusahaan berada pada tingkat yang rendah, yang mengindikasikan bahwa risiko gagal bayar obligasi relatif kecil. Sehingga kecil kemungkinan terjadinya risiko kredit obligasi pada perusahaan.
Kata Kunci: Risiko Kredit, Obligasi, KMV Merton, Expected Default Frequency (EDF), Distance to Default (DD)
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 3
,
PDF Downloads: 4









