ANALISIS SPASIAL TEMPORAL INDEKS KETAHANAN PANGAN MENGGUNAKAN GEOGRAPHICALLY TEMPORALLY WEIGHTED REGRESSION DAN KLASTER FUZZY DI NUSA TENGGARA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p9-17Abstract
Ketahanan pangan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius akibat ketimpangan sosial-ekonomi dan infrastruktur antarwilayah yang berfluktuasi antarperiode. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi contoh nyata, dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) antar kabupaten/kota menunjukkan variasi signifikan pada periode 2018–2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial-ekonomi dan infrastruktur terhadap IKP dengan mempertimbangkan heterogenitas spasial-temporal. Metode yang digunakan adalah Geographically and Temporally Weighted Regression (GTWR) untuk menangkap dinamika pengaruh variabel pada dimensi ruang dan waktu, serta Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan pola pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) berpengaruh negatif signifikan terhadap IKP, PDRB per kapita berpengaruh positif meskipun terbatas, akses air minum layak berfluktuasi, sedangkan rasio elektrifikasi konsisten berpengaruh positif signifikan. Analisis Fuzzy C-Means menghasilkan tiga klaster utama: (1) wilayah dengan APS sedang dan IKP relatif tinggi, (2) wilayah dengan APS tinggi namun IKP menengah hingga rendah, dan (3) wilayah dengan APS rendah dan IKP rendah yang merepresentasikan daerah tertinggal. Temuan ini menegaskan bahwa pembangunan di NTT masih menghadapi ketimpangan spasial-temporal, sehingga kebijakan tidak dapat bersifat seragam melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik lokal.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 17
,
PDF Downloads: 8









