PERBANDINGAN MODEL GENERALIZED POISSON REGRESSION DAN NEGATIVE BINOMIAL REGRESSION DALAM MENGATASI OVERDISPERSI PADA KASUS PNEUMONIA DI PROVINSI NTT TAHUN 2023
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p88-96Abstract
Pneumonia saat ini masih menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian balita di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur, penemuan kasus pneumonia balita sebesar 27,67% pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah menentukan serta membandingkan model terbaik jumlah kasus pneumonia menggunakan model GPR dan NBR dan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruh
Pneumonia saat ini masih menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian balita di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur, penemuan kasus pneumonia balita sebesar 27,67% pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah menentukan serta membandingkan model terbaik jumlah kasus pneumonia menggunakan model GPR dan NBR dan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data yang digunakan adalah data jumlah kasus pneumonia , jumlah balita gizi buruk , persentase penduduk usia 0-59 bulan menurut pemberian imunisasi lengkap , persentase balita wasting , persentase Penduduk umur 0-23 bulan (baduta) yang pernah diberi ASI , persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun , jumlah balita yang pernah imunisasi lengkap , dan kepadatan penduduk . Hasil analisis menunjukkan bahwa data jumlah kasus pneumonia di Provinsi NTT mengalami overdispersi. Dari hasil perbandingan model yang terpilih adalah model GPR yang melibatkan variabel persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun sebagai model terbaik dengan nilai AIC dan BIC terkecil sebesar 266,8565 dan 269,9901.
inya. Data yang digunakan adalah data jumlah kasus pneumonia , jumlah balita gizi buruk , persentase penduduk usia 0-59 bulan menurut pemberian imunisasi lengkap , persentase balita wasting , persentase Penduduk umur 0-23 bulan (baduta) yang pernah diberi ASI , persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun , jumlah balita yang pernah imunisasi lengkap , dan kepadatan penduduk . Hasil analisis menunjukkan bahwa data jumlah kasus pneumonia di Provinsi NTT mengalami overdispersi. Dari hasil perbandingan model yang terpilih adalah model GPR yang melibatkan variabel persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun sebagai model terbaik dengan nilai AIC dan BIC terkecil sebesar 266,8565 dan 269,9901.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 8
,
PDF Downloads: 9









