ANALISIS PENERAPAN DERET UKUR DALAM PERHITUNGAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN KUDUS
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v13n3.p395-401Abstract
Laju pertumbuhan penduduk adalah persentase kenaikan jumlah penduduk dalam suatu wilayah selama periode waktu tertentu, biasanya dihitung per tahun. Laju ini menunjukkan seberapa cepat atau lambat populasi suatu daerah bertambah. Artikel ini menyajikan analisis penerapan deret ukur dalam perhitungan laju pertumbuhan penduduk dan keterkaitannya dengan tingkat kemiskinan, yaitu apakah peningkatan jumlah penduduk memiliki dampak langsung atau tidak langsung terhadap peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Kudus. Dalam konteks pembangunan dan upaya pengurangan kemiskinan, laju pertumbuhan penduduk terbagi menjadi tiga yaitu pertumbuhan penduduk rendah, sedang, dan tinggi. Dari hasil perhitungan yang diperoleh bahwa pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kudus tergolong rendah. Berdasarkan data penduduk tahun 2024 yang diperoleh dari BPS Kudus, laju pertumbuhan penduduk untuk periode 2025-2030 diperkirakan sebesar 0,08%, yang termasuk dalam kategori sangat lambat. Pertumbuhan penduduk diprediksi hanya mengalami peningkatan minimal, dari 877.603 jiwa pada tahun 2028 menjadi 879.007 jiwa pada tahun 2030. Laju pertumbuhan penduduk yang rendah memiliki dampak yang menguntungkan, karena tekanan terhadap faktor kemiskinan menjadi lebih ringan. Namun, dari analisis data lebih lanjut disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan secara langsung antara laju pertumbuhan dan Tingkat kemiskinan. Temuan ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap dinamika demografi dalam perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kata Kunci: laju pertumbuhan, populasi, deret geometri, linier, demografi
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 13
,
PDF Downloads: 7









