ANALISIS KRIGING UNTUK MENDETEKSI POLA SPASIAL KASUS DBD DI KOTA PANGKALPINANG DAN KABUPATEN BANGKA TENGAH

Authors

  • Hera Septia Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Bangka, Indonesia
  • Agita Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Bangka, Indonesia
  • Emelia Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Bangka, Indonesia
  • Lianawati
  • Slamet Supriyadi Ketua Tim Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang

DOI:

https://doi.org/10.26740/mathunesa.v14n1.p507-517

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mengalami fluktuasi angka kejadian dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peta sebaran IR DBD 2020-2024 dengan mempertimbangkan faktor variabel curah hujan, menganalisis konsentrasi wilayah kasus tertinggi, serta mengidentifikasi klaster spasial. Data yang digunakan meliputi data curah hujan, jumlah kasus DBD, dan jumlah penduduk dari tahun 2020 hingga 2024. Analisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Co-Kriging, Anselin Local Moran’s I, dan Hotspot Analysis (Getis-Ord Gi*), dengan pemilihan model semivariogram terbaik berdasarkan nilai RMSE menggunakan software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Gaussian memberikan nilai RMSE paling kecil sehingga menjadi model semivariogram terbaik dalam memprediksi persebaran kasus. Pemetaan Co-Kriging memperlihatkan bahwa menunjukkan bahwa hubungan curah hujan dengan kejadian IR DBD berfluktuasi setiap tahunnya, dengan risiko tertinggi terjadi pada tahun 2024 di kecamatan bagian tengah wilayah penelitian. Hasil Moran’s I mengindikasikan adanya pengelompokan spasial positif, di mana wilayah dengan kasus tinggi cenderung berdekatan dengan wilayah bernilai tinggi lainnya. Sementara itu, hasil Hotspot Analysis menunjukkan pergeseran lokasi daerah rawan DBD setiap tahun, yaitu dari Sungai Selan pada tahun 2020, Lubuk Besar pada 2021, wilayah Kota Pangkalpinang pada 2022–2023, hingga Koba dan sekitarnya pada 2024. Pola ini menggambarkan bahwa curah hujan memiliki hubungan dinamis terhadap peningkatan kasus DBD.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles
Abstract views: 8 , PDF Downloads: 2