PEMODELAN PENGARUH AKSES KE FASILISTAS KESEHATAN TERHADAP PERILAKU MENCARI PENGOBATAN MALARIA YANG BENAR PADA MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH MALARIA ENDEMIS TINGGI

Authors

  • Robertus Dole Guntur Program Studi Matematika Fakultas Sains Dan Teknik Universitas Nusa Cendana Jl Adicipto Penfui, Kupang, NTT, Indonesia, 85001
  • Maria Lobo Program Studi Matematika Fakultas Sains Dan Teknik Universitas Nusa Cendana Jl Adicipto Penfui, Kupang, NTT, Indonesia, 85001
  • Brian Juned Septory
  • Irvandi Gorby Pasangka
  • Helga J Ndun
  • Damai Kusumaningrum Program Studi Kesehatan Hewan Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang Jl. Prof. Dr. Herman Johanes, Lasiana, Kec. Klp. Lima, Kota Kupang, NTT, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26740/mathunesa.v14n1.p619-627

Abstract

Perilaku mencari pengobatan malaria (PMPM) yang tepat merupakan salah satu faktor kunci dalam upaya pengendalian dan eliminasi malaria, khususnya di wilayah pedesaan termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh akses ke fasilitas kesehatan terhadap PMPM yang tepat pada masyarakat pedesaan. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 894 rumah tangga yang dipilih secara cluster random sampling di daerah malaria endemis tinggi NTT. Variabel terikat penelitian adalah PMPM yang benar, sedangkan variabel bebas meliputi jenis kelamin, kelompok umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, kepemilikan rumah modern, akses ke listrik, TV, dan handphone, kondisi geografis, dan jarak ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemodelan dilakukan dengan model regresi logistic biner. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan responden merupakan variable yang sangat berhubungan dengan PMPM yang benar pada kedua  kelompok masyarakat ini.  Dalam kelompok yang mempunyai akses yang mudah ke fasilitas kesehatan, perilaku mencari pengobatan malaria yang benar bagi mereka yang berpendidikan minimal diploma adalah 8 kali lebih tinggi  dibandingkan dengan yang tidak pernah sekolah (Odd Ratio (OR): 8.64, 95% konfidence interval (KI) : 1.41 – 53.05). Pada kelompok dengan akses yang susah ke fasilitas kesehatan, mereka yang berpendidikan SMA berpeluang 3 kali lebih besar untuk berprilaku mencari pengobatan malaria yang benar jika dibandingkan dengan mereka yang tidak sekolah. (OR: 3.53, dengan 95% KI: 1.86- 6.75). Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya intervensi kesehatan  peningkatan  kesadaran malaria untuk mempercepat pencapaian eliminasi malaria di Provinsi NTT

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles
Abstract views: 1 , PDF Downloads: 1