ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREVALENSI STUNTING DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN SPATIAL DURBIN MODEL (SDM)
DOI:
https://doi.org/10.26740/mathunesa.v14n02.p631-641Abstract
Stunting menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling mendesak di Indonesia. Dengan tingginya jumlah kasus dan kondisi geografis serta sosial ekonomi yang beragam, provinsi Jawa Tengah menjadi fokus menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi stunting di Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 dengan menggunakan metode Spatial Durbin Model (SDM) dengan pembobot Queen dan Rook Contiguity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SDM dengan pembobot Queen Contiguity lebih baik dibandingkan dengan pembobot Rook Contiguity dengan nilai R2 sebesar 0,52257 dan nilai AIC yaitu 195,71. Analisis variabilitas menunjukkan bahwa BBLR (x7) merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara faktor yang berpengaruh dan prevalensi stunting berbeda antar kabupaten/kota, sehingga pendekatan menggunakan spasial relevan.
Kata Kunci: Prevalensi stunting, Spatial Durbin Model, Queen Contiguity, Rook Contiguity, Analisis Spasial
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0









