KONSTRUKSI LANSIA TENTANG PROGRAM PERMAKANAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA

Main Article Content

Tito Surya Baskara

Abstract

Indonesia saat ini menghadapi masalah kemiskinan. Kemiskinan terjadi karena beberapa faktor seperti tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan kondisi lingkungan. Ketidakmampuan masyarakat sangat miskin atau terlantar memunculkan suatu masalah yang dinamakan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Pada saat ini populasi dunia memasuki (ageing population) yaitu tujuh persen penduduk dunia merupakan penduduk lansia berumur 60 tahun. Program permakanan yang digagas oleh Ibu Tri Rismaharini diharapkan agar masyarakat terutama lansia dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendapatkan makan secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk program permakanan yang digagas oleh Walikota Surabaya melalui Dinas Sosial dan menganalisis konstruksi lansia tentang program permakanan Pemerintah Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif konstruksi sosial menurut Peter Ludwig Berger dan Luckman. Subjek penelitian adalah para lansia yang ditentukan melalui teknik purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan metode grounded theory. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dilapangan menunjukkan bahwa konstruksi lansia mengenai program permakanan menjadi suatu realitas sosial dalam masyarakat. Realitas sosial dikonstruksi menjadi tiga tahapan momen yaitu momen eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Momen eksternalisasi yaitu masyarakat lansia telah terkonstruksi pikirannya mengenai permakanan yang diberikan oleh pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya. Momen objektivasi yaitu konstruksi yang diciptakan oleh Dinas Sosial, Kelurahan, dan masyarakat memiliki pemahaman yang sama. Momen internalisasi yaitu sosialisasi akan berhasil jika identitas yang dimiliki mempunyai kesamaan. Sosialisasi yang dilakukan yaitu sosialisasi promer dan sosialisasi sekunder. Dengan demikian, Dinas Sosial dan masyarakat lansia penerima program permakanan mendapat manfaat yang sama dari program permakanan.


Kata Kunci : Konstruksi sosial, Kemiskinan, Program Permakanan, Lansia

Article Details

How to Cite
Baskara, T. (2021). KONSTRUKSI LANSIA TENTANG PROGRAM PERMAKANAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA. Paradigma, 10(1). Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/39579
Section
Articles