Pola Asuh Orang Tua Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran di Rumah Selama Pandemi Covid-19
Abstract
AbstractThe Covid-19 outbreak in Indonesia in 2020 prompted the government to implement policies to curb its spread, including Large-Scale Social Restrictions (PSBB). These measures mandated that all activities, such as work and schooling, be conducted from home. The Work from Home and Distance Learning policies required parents or caregivers to supervise children more closely during remote learning (PJJ) and adapt parenting styles to suit children's needs and the pandemic's circumstances. This study examines the parenting styles of parents of grade IV-V students at Banjarejo Elementary School, Madiun City, during the Covid-19 pandemic, using George Herbert Mead's Symbolic Interactionism theory. A qualitative descriptive approach was used, involving 10 parents/caregivers as informants. Findings revealed three parenting styles: permissive, democratic, and authoritarian. Two parents applied a permissive style, providing children freedom with minimal involvement, failing to achieve joint action. Four parents adopted a democratic style, fostering symbolic interaction by involving children in decision-making while maintaining discipline. The remaining four parents applied an authoritarian style, exercising full control, which hindered effective social interaction, as children lacked understanding of their parents' firm actions.
Penyebaran virus Covid-19 pada tahun 2020 di Indonesia membuat pemerintah pusat hingga daerah membuat kebijakan yang sesuai untuk mengurangi peluang penyebaran virus tersebut, salah satunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat seluruh kegiatan masyarakat harus dilakukan di rumah termasuk bekerja dan pembelajaran sekolah. Kebijakan Work From Home dan Pembelajaran Jarak Jauh membuat masyarakat yang berperan sebagai orang tua atau pengasuh dan anak harus meningkatkan pengawasan lebih selama anak mengikuti PJJ, serta orang tua mampu menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan anak dan keadaan lingkungan saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua siswa kelas IV-V SD Negeri Banjarejo Kota Madiun yang diterapkan saat pandemi Covid-19 tahun 2020 dengan menggunakan teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 10 informan yang merupakan orang tua dan pengasuh dari siswa. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 2 orang tua/pengasuh menerapkan pola asuh permisif, yang secara teori dapat dikatakan bahwa pola asuh tersebut belum mampu mencapai konsep tindakan bersama karena anak diberi kelonggaran secara penuh dan orang tua tidak terlibat secara langsung. 4 dari 10 orang tua/pengasuh menerapkan pola asuh demokratis, yang diartikan bahwa pola asuh ini telah mampu mencapai konsep dasar interaksi simbolik secara menyeluruh karena anak selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan serta orang tua/pengasuh yang tetap mengutamakan sikap tegas dan disiplin tanpa membuat anak merasa terintimidasi. 4 dari 10 orang tua/pengasuh lainnya menerapkan pola asuh otoriter yang diartikan bahwa pola asuh ini tidak mampu mencapai konsep interaksi sosial dan tindakan bersama karena orang tua/pengasuh memegang kendali penuh dalam mengambil keputusan serta anak yang tidak memahami tindakan orang tua yang tegas dan disiplin.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section

