Implementasi Kebijakan Pembangunan Infrastruktur di Perbatasan: Studi Kasus Rumah Sakit Kelas D Pratama Sebatik

Authors

  • Aubert Andika Atmo Prawiradiharjo Aubert Andika Atmo Prawiradiharjo
  • Dr. Tjitjik Rahaju, M.Si. Tjitjik Universitas Negeri Surabaya
  • Dr. Indah Prabawati, S.Sos. Prabawati Universitas Negeri Surabaya
  • Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA. Nizar

Keywords:

Keywords: Policy Implementation, Border Infrastructure, Primary Hospital, Sebatik Island, Van Meter and Van Horn.

Abstract

The development of health infrastructure in border areas is a strategic agenda to ensure sovereignty and reduce community dependence on neighboring countries' health facilities. This study aims to analyze the implementation of the policy for the construction of the Class D Pratama Sebatik Hospital, Nunukan Regency, using the Van Meter and Van Horn implementation model. The research method used is descriptive qualitative with data collection through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate a gap between policy objectives and field reality. Despite a high level of commitment (disposition) from implementers, implementation is hampered by resource and environmental variables. The main obstacles include: (1) Implementation of human resources influenced by regulations on honorary workers and dependence on specialist doctors assisted by the central government; (2) Budget management due to non-BLUD status; and (3) Suboptimal cross-sector communication resulting in the main road access to the hospital being in a state of severe disrepair. In conclusion, the physical construction of the hospital building is ineffective without the support of an infrastructure ecosystem and bureaucratic flexibility, resulting in people still choosing to seek treatment in Tawau, Malaysia.

Keywords: Policy Implementation, Border Infrastructure, Primary Hospital, Sebatik Island, Van Meter and Van Horn.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Hafis, S. (2018). Urgensi pembangunan wilayah perbatasan di Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Negara.

Amelia, R. (2021). Karakteristik kebijakan publik dalam pelayanan kesehatan. Jurnal Administrasi Publik.

Ashad, H., Adli, M., & Supardi, S. (2022). Analisis faktor-faktor keberhasilan pembangunan melalui Infrastruktur Ekonomi Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di kawasan perbatasan Pulau Sebatik Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan. (2023). Kabupaten Nunukan dalam angka 2023.

Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach. Routledge.

Dye, T. R. (2017). Understanding public policy. Pearson.

Faradis, R., & Afifah, U. N. (2020). Indeks komposit pembangunan infrastruktur provinsi-provinsi di Indonesia. Jurnal Statistika dan Aplikasinya.

Fathussyakina, D. (2024). Upaya pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan Outstanding Boundary Problem RI-Malaysia segmen Pulau Sebatik pada periode 2018-2022. Jurnal Hubungan Internasional.

Fransiska. (2022). Fitur umum kebijakan publik dalam pembangunan daerah. Jurnal Kebijakan Publik.

Nurliani, Minan, A., & Said, M. (2024). Tantangan pembangunan daerah perbatasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dilihat dari implementasi kebijakan. Jurnal Hukum dan Kebijakan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan. (2018). Peraturan Bupati Nunukan Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pembentukan UPT Rumah Sakit Kelas D Pratama Sebatik.

Pemerintah Kabupaten Nunukan. (2018). Peraturan Bupati Nunukan Nomor 41 Tahun 2018 tentang Peraturan Internal Rumah Sakit Kelas D Pratama Sebatik.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025.

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara.

Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Republik Indonesia. (2015). Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2015 tentang Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Negara.

Salsabila, & Mulyani. (2022). Profil wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal Regional dan Lingkungan.

Solichin, A. W. (2004). Analisis kebijakan: Dari formulasi ke implementasi kebijakan negara. Bumi Aksara.

Sudiar. (2015). Pembangunan wilayah perbatasan sebagai upaya menjaga kedaulatan NKRI. Jurnal Ilmu Sosial.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Viviana, M., Fatima, M., & Arman, Y. (2023). Dampak perubahan titik batas di Pulau Sebatik perbatasan antara Indonesia dan Malaysia dalam perspektif prinsip Uti Prossidentis. Jurnal Hukum Perbatasan.

Wahab, S. A. (2015). Analisis kebijakan: Dari formulasi ke penyusunan model-model implementasi kebijakan publik. Bumi Aksara.

Wahyudi, & Sari. (2011). Ketimpangan pelayanan publik di wilayah perbatasan Indonesia. Jurnal Administrasi Negara.

Yanti, B. V. I., & Muawanah, U. (2020). Dinamika kesepakatan perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia dan pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik di Kalimantan Utara. Jurnal Kelautan dan Perikanan.

Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. (1975). The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework. Administration & Society, 6(4), 445–488. https://doi.org/10.1177/009539977500600404

Downloads

Published

2026-01-29

Issue

Section

Articles
Abstract views: 4 , PDF Downloads: 6