PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK CANGKANG KERANG TERHADAP POROSITAS DAN PERMEABILITAS BETON GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DAN NAOH 10 MOLAR

  • LINDA OKTAFIANTI

Abstract

Pembangunan di dunia konstruksi menyebabkan kebutuhan beton semakin meningkat yang menyebabkan kebutuhan semen akan meningkat pula. Adanya proses produksi semen menghasilkan gas CO2 dalam jumlah banyak, untuk menyederhanakan 1 ton semen dapat menghasilkan 1 ton CO2 (Davidovits, 1994). Pembuatan beton geopolymer berbahan dasar fly ash dan serbuk cangkang kerang biaasanya menggunakan pemaparan suhu tinggi. Penelitian ini bertujan untuk mengurangi pemaparan suhu tinggi pada beton geopolymer dengan penambahan CaO dan bagaimana pengaruhnya terhadap porositas dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penambahan 10% serbuk cangkang kerang merupakan campuran yang optimum karena memperoleh nilai porositas dan nilai permeabilitas paling optimum.

Kata kunci : geopolymer, abu terbang, kulit kerang, porositas, permeabilitas

The increasing of concrete material has led to the increasing needs of cement . However, the production of cement releases CO2 in large quantities in the proportion of 1 ton of cement produces 1 ton of CO2 (Davidovits, 1994). Fly ash geopolymer concrete usually produced at high temperature. The purpose of this research is to eliminate the heat curing requirement of geopolymer concrete by using CaO addition. The porosity and permeability tests were carried out to evaluate the performance of geopolymer concrete. The results showed that optimum mixture was achieved by the addition 10% of oyster shell due on the low value of porosity and permeability.

Keywords: geopolymer, fly ash, oyster shell, porosity, permeability

Published
2016-05-11
Abstract View: 18
PDF Download: 49