PENGARUH VARIASI DIMENSI BALOK DAN KOLOM TERHADAP PERSYARATAN STRONG COLUMN  WEAK BEAM PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BINA MARGA LANTAI 8 DENGAN PRINSIP DAKTAIL PARSIAL DI JOMBANG JAWA TIMUR

  • FARICHAH

Abstract

Di Jombang Jawa Timur termasuk wilayah gempa 3 merupakan daerah cukup besar kemungkinan terjadinya gempa, maka untuk itulah dalam perencanaan gedung bertingkat tinggi khususnya gedung Bina Marga ini harus direncanakan dan didesain dengan matang agar dapat digunakan sebaik-baiknya, nyaman dan aman terhadap bahaya gempa bagi pemakai.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari aturan dimensi kolom dan balok yaitu 1/12L – 1/14L balok agar sesuai dengan persyaratan strong coloum weak beam dengan tingkat simpangan pasca-elastik gempa secara berulang-ulang dengan faktor daktil parsial R = 8.

Sampel penelitian ini mengunakan aturan 1/12 L balok dan 1/14 L balok, dari preliminary design mendapatkan desain model A dengan aturan 1/12 L balok maka Balok B1 ukuran 35x50 cm, B2 ukuran balok 25x35 cm, Kolom K1 70x70cm, K2 60x60 cm. Desain model B dengan aturan 1/12 L balok maka Balok B1 ukuran 35x50 cm, B2 ukuran balok 25x35 cm, Kolom K1 60x60cm, K2 50x50. Desain model C dengan aturan 1/14 L balok maka Balok B1 ukuran 30x45 cm, B2 ukuran balok 20x30 cm, Kolom K1 70x70cm, K2 60x60 cm cm. Dan desain model D dengan aturan 1/14 L balok maka Balok B1 ukuran 30x45 cm, B2 ukuran balok 20x30 cm, Kolom K1 60x60cm, K2 50x50 cm.

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Untuk desain model A selisih momen yang dihasilkan arah x 16 % dan arah y mencapai 30%, desain model B selisih momen yang dihasilkan arah x 6 % dan arah y mencapai 23%,  desain model C selisih momen yang dihasilkan arah x 24 % dan arah y mencapai 41%,  dan desain model D selisih momen yang dihasilkan mencapai arah x 19 % dan arah y mencapai 30%,  hal ini menunjukan selisih momen kolom dan balok semakin baik sesuai dengan persyaratan SCWB (strong column  weak beam). (2) desain 1/12L dan 1/14 L balok direncanakan lebih dari 50 tahun karena nilai Ss 0,8 g masuk dalam S1 ≤ 0,04 g dan Ss ≤ 0,15g, maka struktur bangunan boleh dimasukan kedalam kategori desain seismik A, dan cukup memenuhi persyaratan peta gerak tanah seismik pada pasal 14 dengan kemungkinan 2% terlampaui dalam 50 tahun. (3) perencanan struktur desain model B dan  model C lebih baik karena selisih momen kolom dan balok yang dihasilkan lebih besar desain model B mencapai arah x 6 % dan arah y mencapai 23%,  desain model C selisih momen yang dihasilkan arah x 24 % dan arah y mencapai 41%.

Kata kunci : kolom dan balok, strong coloum weak beam, daktail parsial

In Jombang, East Java, with the earthquake zone of 3 is an area large enough likelihood of an earthquake. Thus, planning high-rise building, especially the building of Bina Marga should be planned and designed carefully so that it can be used as well as possible, comfortable and safe against earthquake hazard to the wearer.

The purpose of this study was to determine the effect of the rules of column dimensions and the beam that is 1 / 12L - 1 / 14L beams to fit the requirements strong coloum weak beam with a deviation level of post-elastic seismic repeatedly with ductile partial factor R = 8.

The research sample using the rules of the beam L 1/12 and 1/14 L beams, Preliminary design of getting the design model A with the rules of the 1/12 L beam size 35x50 cm beams B1, B2 beam size 25x35 cm, 70x70cm Column K1, K2 60x60 cm. Design model B with the rules of the 1/12 L beam size 35x50 cm beams B1, B2 beam size 25x35 cm, 60x60cm Column K1, K2 50x50. Design model C with the rules of the 1/14 L beam size 30x45 cm beams B1, B2 beam size 20x30 cm, 70x70cm Column K1, K2 60x60 cm cm. And design model D with the rules of the 1/14 L beam size 30x45 cm beams B1, B2 beam size 20x30 cm, 60x60cm Column K1, K2 50x50 cm.

The results showed that: (1) For the design of model A the difference in torque generated directions x 16% and the y direction reaches 30%, the design model Bthe difference in torque generated direction x 6% and the y direction reaches 23%, the design model C the difference the moment generated directions x 24% and the y direction reached 41%, and design model D the difference in torque output reached toward x 19% and the y direction to reach 30%, this shows the difference between the moment of the columns and beams, the better comply with the requirements SCWB (Strong Column Weak Beam). (2) design 1 / 12L and 1/14 L beams planned more than 50 years because of the value of 0.8 g Ss included in S1 and Ss ≤ 0.04 g ≤ 0,15g, then the structure may be incorporated into the seismic design categories A and sufficient to meet the requirements of seismic ground motion maps in article 14 with the possibility of 2% is exceeded in 50 years. (3) planning structure design model B and model C due to the difference in the moment of the columns and beams produced greater reach towards x 6% and the y direction reaches 23%, the design model C the difference in torque generated directions x 24% and the y direction reached 41%.


Keywords: columns and beams, strong coloumn weak beam, ductile partial

Published
2016-05-18
Abstract View: 61
PDF Download: 216