PENGARUH KEPEKATAN LARUTAN AKTIVATOR TERHADAP KUAT TEKAN GEOPOLYMER MORTAR BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DAN NaOH 12 MOLAR PADA KONDISI SS/SH 1.0 DAN 3.0

  • IRA JANNA TRIANDINI
  • ARIE WARDHONO

Abstract

Abstrak

Peningkatan permintaan beton menyebabkan tingginya kebutuhan semen sehingga produksi semen secara terus–menerus memberikan dampak negatif besar terhadap kerusakan lingkungan. Selain itu maraknya limbah yang dihasilkan dari pembakaran batu bara juga menimbulkan berbagai masalah, untuk menanggulangi permasalahan diatas maka alternatif yang digunakan adalah dengan geopolymerisasi yaitu penggatian semen dengan limbah hasil pembakaran batu bara yang disebut dengan abu terbang atau fly ash. Pada penelitian ini fly ash akan dicampurkan kedalam larutan aktivator, sehingga dapat menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, jenis aktivatornya harus sesuai dengan senyawa yang terkandung dalam fly ash. Aktivator digunakan adalah Sodium Hidroksida (NaOH) dan Sodium Silika (Na2SiO3) dengan perbandingaan antara 1.0 sampai 3.0.

Penelitian ini didapatkan tujuh variasi campuran mortar geopolymer pada masing masing perbandingan SS/SH yaitu A (kontrol) dengan komposisi mortar OPC, B dengan water solid ratio 0,20, C dengan water solid ratio 0,25, D dengan water solid ratio 0,30, E dengan water solid ratio 0,35, F dengan water solid ratio 0,40, Dan G dengan water solid ratio 0,20. Setiap variasi membutuhkan 12 kubus benda uji yang akan diuji kuat tekannya pada umur 7, 14 dan 28 hari. Mortar geopolymer ini menggunakan cairan aktivator campuran antara Na2SiO3 dan NaOH perbandingan keduanya yaitu 1.0 dan 3.0 dan dengan molaritas NaOH 12 Molar. Benda uji akan dirawat pada suhu ruangan temperatur normal untuk diuji kuat tekannya.

Hasil pengujian kuat tekan mortar geopolymer berbahan dasar fly ash saat dilakukan penambahan sodium hidroksida (NaOH) dan sodium silika (Na2SiO3) dengan perbedaan komposisi water solid ratio (W/S) mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Adapun kadar standart maksimum yang didapatrkan yaitu 0,35 dengan hasil kuat tekan 25,42 MPa pada kondisi SS/SH 1.0 dan 37,28 MPa pada kondisi SS/SH 3.0

Kata kunci : mortar geopolymer, fly ash, sodium hidroksida, sodium silika, water solid ratio, kuat tekan

Abstract

The increasing demand of concrete causes the higher demand for cement so that the production of cement continuously give negative effects to the environmental damage. Besides, the higher waste which is generated by coal also causes various problems. In order to solve the problems, the alternative used is by geopolymerization, the charge og cemment with the waste from coal, that is fly ash. In the research, fly ash used was mixed with the activator solution so that it resulted a high compressive strength. Therefore, the type of activator should adjust the compound contained of the fly ash. The activator used was sodium hidroksida (NaOH) and sodium silika with range between 1.0 to 3.0

This research obtained seven variations of mixed mortar geopolymer on each comparison SS/SH A (control) with composition mortar OPC, B with the water solid ratio of 0,20, C with the water solid ratio 0,25, D with water solid ratio 0,30, E with water solid ratio 0,35, F with water solid ratio 0,40, and G with water a solid ratio of 0,45. Each variation needs 12 cube test objects to test the compressive strength on 7, 14 and 28 days. Mortar geopolymer used mix liquid activator between NaOH and Na2SiO3 with comparison both 1.0 and 3.0, and molarity of NaOH 12 Molar. The test object would be treated at normal temperature in order to test the compressive strength.

The result of the compressive strength test of fly ash-based geopolymer mortar when it was adding sodium hydroxide (NaOH) and sodium silica (Na2SiO3) with different composition of water solid ratio (W/S) increased significantly. The maximum standard content obtained was 0.35 with a compressive strength of 25,42 MPa on SS/SH 1.0 and 37,28 MPa conditions under SS/SH 3.0

Key words : mortar geopolymer, fly ash, sodium hydroxide, sodium silic, water solid ratio, compressive strength






Published
2018-08-28
Abstract Views: 44
PDF Downloads: 104