PENGARUH KEPEKATAN LARUTAN AKTIVATOR TERHADAP KUAT TEKAN GEOPOLYMER MORTAR BERBAHAN DASAR FLY ASH KELAS C DENGAN KOMBINASI NAOH 10 MOLAR PADA KONDISI SS/SH 0.5 DAN 2.5

  • NOVIA SUGIATI
  • ARIE WARDHONO

Abstract

Abstrak

Ketergantungan penggunaan semen pada bidang konstruksi menyebabkan peningkatan produksi semen Portland yang berdampak pada kondisi lingkungan. Penelitian ini diharapkan mendapatkan fly ash – geopolymer mortar yang memenuhi persyaratan sebagai material pengganti dan menjadi satu solusi untuk menutupi kelemahan mortar geopolymer agar dapat lebih mudah diterima dan diaplikasikan oleh masyarakat luas.

Dalam penelitian ini digunakan 7 variasi campuran mortar geopolymer pada masing masing perbandingan SS/SH yaitu A (kontrol), B dengan water solid ratio 0,20, C dengan water solid ratio 0,25, D dengan water solid ratio 0,30, E dengan water solid ratio 0,35, F dengan water solid ratio 0,40, Dan G dengan water solid ratio 0,45. Setiap variasi membutuhkan 12 kubus (5x5x5cm) benda uji yang akan diuji kuat tekannya pada umur 7, 14 dan 28 hari. Mortar geopolymer ini menggunakan cairan aktivator Na2SiO3 dan NaOH perbandingan keduanya yaitu 0,5 dan 2,5 dengan kombinasi molaritas NaOH sebesar 10 Molar.

Hasil pengujian kuat tekan mortar geopolymer berbahan dasar fly ash dilakukan penambahan sodium hidroksida (NaOH) dan sodium silika (Na2SiO3) dengan perbedaan komposisi water solid ratio (W/S). Kuat tekan optimum yang dihasilkan oleh mortar geopolimer berbahan dasar abu terbang (fly ash) kelas C dengan kombinasi NaOH 10 molar, pada kondisi SS/SH 0,5 terdapat pada variasi w/s (water rasio) 0,35 dengan nilai kuat tekan sebesar 48,17 MPa dan pada kondisi SS/SH 2,5 terdapat pada variasi w/s (water rasio) 0,30 dengan nilai kuat tekan sebesar 37,14 MPa.

Kata kunci : mortar geopolymer, fly ash, sodium hidroksida, sodium silika, water solid ratio, kuat tekan.

Abstract

Dependence on the use of cement in the construction sector led to an increase in the production of Portland cement which had an impact on environmental conditions.. This research is expected to get fly ash - geopolymer mortar that meets the requirements as a substitute material and becomes a solution to cover the weakness of geopolymer mortar so that it can be more easily accepted and applied by the wider community.In this study 7 variations of geopolymer mortar mixture were used in each SS / SH ratio, namely A (control), B with water solid ratio 0.20, C with water solid ratio 0.25, D with water solid ratio 0.30, E with water solid ratio 0.35, F with water solid ratio 0.40, and G with water solid ratio 0.45. Each variation requires 12 cubes (5x5x5cm) of the specimen to be tested for compressive strength at the age of 7, 14 and 28 days. This geopolymer mortar uses the activator Na2SiO3 and NaOH as the comparison between the two, 0.5 and 2.5 with a combination of NaOH molarity of 10 Molar. Test results of compressive strength of fly ash based geopolymer mortar were added with sodium hydroxide (NaOH) and sodium silica (Na2SiO3) with differences in water solid ratio (W / S) composition. The optimum compressive strength produced by geopolymer mortar based on class C fly ash with 10 molar NaOH combination, at SS / SH condition 0.5 was found in the variation of w / s (water ratio) 0.35 with a compressive strength of 48.17 MPa and in the SS / SH condition 2.5 there is a variation of w / s (water ratio) 0.30 with a compressive strength of 37.14 MPa. Keywords: geopolymer mortar, fly ash, sodium hydroxide, sodium silica, water solid ratio, compressive strength.








Published
2018-10-18
Abstract Views: 75
PDF Downloads: 221