PENGARUH VARIASI NaOH TERHADAP Na2SiO3 TERHADAP KUAT TEKAN DRY GEOPOLYMER MORTAR METODE DRY MIXING PADA KONDISI RASIO ABU TERBANG TERHADAP AKTIVATOR 4:1

  • ADITYA DWI ANUGRAH
  • ARIE WARDHONO

Abstract

Abstrak

Perkembangan yang ilmu penelitian dan teknologi semakin pesat membantu para peneliti menemukan terobosan baru dalam penanganan permasalahan. Salah satunya adalah pembuatan beton geopolimer. Geopolimer adalah metode pembuatan beton tanpa menggunakan semen, dimana metode ini diharapkan mengurangi kadar CO2 yang dihasilkan dari pembuatan semen. Pada penelitian ini geopolimer menggunakan campuran dari fly ash dengan aktivatornya yaitu NaOH yang berfungsi sebagai aktivator ikatan geopolimerisasi ,dan Na2SiO3 sebagai katalisator. Geopolimer memiliki 2 metode yaitu konvensional (wet) dan dry.

Pada penelitian ini akan menggunakan benda uji berupa mortar berukuran 5cmx5cmx5cm dengan metode dry, dimana metode ini diharapkan lebih mudah diterapkan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai kuat tekan tertinggi pada 7,14 dan 28 hari dengan metode kering pada kondisi rasio fly ash terhadap aktivatornya sebesar 4:1, dengan perbandingan aktivatornya 1:1, 1:1,5, 1:2, 1:2,5, 1:3, dan 1:3,5.

Hasil yang didapat dari pengujian kuat tekan, kekuatan tertinggi berada pada mix desain 3 atau perbandingan aktivator 1:3, dengan kuat tekan rata-rata pada 28 hari sebesar 17,40 MPa. Untuk uji ikat awal, mix desain 3 dengan perbandingan 1:3.

Kata Kunci: Geopolimer, Dry Mixing, kuat tekan, aktivator kering.

Abstract

Developments in the science of research and technology have increasingly helped researchers find new breakthroughs in handling problems. One of them is the manufacture of geopolymer concrete. Geopolymers are a method of making concrete without using cement, where this method is expected to reduce the levels of CO2 produced from making cement. In this study geopolymers used a mixture of fly ash with activators namely NaOH which functions as an activator of geopolymerization bonds, and Na2SiO3 as a catalyst. Geopolymers have 2 methods namely conventional (wet) and dry.

In this study will use a test object in the form of a mortar measuring 5cmx5cmx5cm with the dry method, where this method is expected to be easier to apply in the field. This study aims to find the highest compressive strength at 7.14 and 28 days with the dry method in the condition of the fly ash ratio of the activator is 4: 1, with a ratio of activators 1: 1, 1: 1.5, 1: 2, 1: 2.5, 1: 3, and 1: 3.5.

The results obtained from the compressive strength test, the highest strength is in mix design 3 or 1: 3 activator ratio, with an average compressive strength at 28 days of 17.40 MPa. For the initial binding test, mix design 3 with a ratio of 1: 3.

Keywords: Geopolymers, Dry Mixing, compressive strength, dry activator.






Published
2018-11-21
Abstract Views: 169
PDF Downloads: 371