PENGARUH VARIASI NaOH TERHADAP Na2SiO3 TERHADAP KUAT TEKAN DRY GEOPOLYMER MORTAR METODE DRY MIXING PADA KONDISI RASIO ABU TERBANG TERHADAP AKTIVATOR 3:1

  • AVI ANGGI PURNAMASARI
  • ARIE WARDHONO

Abstract

Abstrak

Global warming kini menjadi isu lingkungan di dunia karena dampak serius yang ditimbulkan, para peneliti berupaya mengurangi penyebabnya, salah satunya melalui teknologi geopolimer. Abu terbang sebagai bahan dasar geopolimer dan sodium hidroksida serta sodium silikat sebagai alkali aktivator akan menghasilkan geopolymer cement. Penelitian ini bertujuan menghasilkan kuat tekan tertinggi dry geopolymer mortar menggunakan metode dry mixing dimana fly ash, sodium hidroksida dan sodium silikat digiling bersama kemudian menghasilkan semen geopolimer.

Rasio abu terbang terhadap aktivator yang digunakan sebesar 3:1. Sodium hidroksida (NaOH) padat dan sodium silikat (Na2SiO3) padat yang merupakan aktivator kering dengan perbandingan komposisi 1:1, 1:1,5, 1:2, 1:2,5, 1:3, 1:3,5 digiling bersama dengan fly ash tipe C menghasilkan semen geopolimer. Kemudian semen ini dicampur dengan air dengan komposisi sebesar 0,4 dan juga pasir. Setelah mortar homogen, mortar tersebut disimpan pada suhu ruangan dengan metode polyethene curing.

Hasil yang ditunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi berada pada variasi NaOH terhadap Na2SiO3 sebesar 1:2,5 dengan nilai kuat tekan 25,02 MPa. Hasil uji pengikatan awal/uji vicat didapatkan pengikatan tercepat pada variasi NaOH terhadap Na2SiO3 sebesar 1:3,5. Kandungan sodium silikat berpengaruh besar terhadap nilai kuat tekan dan waktu pengikatan awal mortar.

Kata Kunci: Dry geopolymer mortar, dry mixing, kuat tekan, uji vicat, aktivator kering.

Abstract

Nowdays global warming becomes environmental issues in the world that have serious impact, therefore the researchers try to reduce the cause, that is geopolymer technology. Fly ash is as geopolymer resource and sodium hydroxide also sodium silicate as alkaline activator will produce geopolymer cement. This work aims to produce the highest compressive strength of dry geopolymer mortar using dry mixing methode which fly ash, sodium hydroxide, sodium silicate are milled together then produce geopolymer cement.

The ratio of fly ash to activator is 3:1. Sodium hydroxide (NaOH) solid and sodium silicate (Na2SiO3) solid which are dry activators that have composition ratio 1:1, 1:1,5, 1:2, 1:2,5, 1:3, 1:3,5 milled together with fly ash type C produces geopolymer cement. Then it is mixed with water that has composition 0,4 and sand. After mortar is mixed homogeneously, it is stored at the room temperature with polyethene curing.

The results showed that the highest compressive strength value was in the variation of NaOH to Na2SiO3 1:2,5 with compressive strength value 25,02 MPa. The fastest initial binding test showed in the variation of NaOH to Na2SiO3 1:3,5. The contents of sodium silicate has a big effect to compressive strength value and initial binding.

Keywords: Dry geopolymer mortar, dry mixing, compressive strength, vicat test, dry activator.








Published
2018-11-21
Abstract Views: 69
PDF Downloads: 158