ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PADA SALURAN IRIGASI DAM INDUK (DI) POLAGAN KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN

  • NUR AINI FEBRIANTIKA
  • INDIAH KUSTINI

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan ekonomi usaha tani dengan pola tanam padi-padi-palawija, hasil usaha tani dengan adanya pembangunan saluran tersier DI Polagan, hasil usaha tani dengan tanaman palawija jenis kacang tanah diganti dengan tomat, hasil besaran subsidi petani yang diberikan pemerintah. Metode penelitian ini menggunakan NPV sebagai bahan perhitungan, dinyatakan layak apabila bernilai positif. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif. subjek penelitian adalah Dam Induk (DI) Polagan yang mengaliri dua desa yaitu desa Polagan dan Desa Artodung. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara serta dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NPVdalam jangka waktu perhitungan 45 tahun pada pola tanam padi-padi-palawija bernilai positif dengan masa pengembalian investasi (PP) pada tahun 20 tahun 3 bulan 23 hari untuk desa Polagan dan 25 tahun 3 bulan 6 hari desa Artodung, Kelayakan ekonomi pembangunan saluran tersier DI Polagan menunjukkan nilai NPV negatif dengan masa pengembalian investasi (PP) terjadi pada tahun 28 tahun 6 hari desa Polagan dan desa Artodung pada tahun ke 25 tahun 9 bulan 9 hari, Hasil usaha tani palawija jenis kacang tanah diganti tomat menunjukkan nilai NPV positif dengan jangka waktu perhitungan 45 tahun dengan masa pengembalian investasi (PP) pada tahun 18 tahun 5 bulan 16 hari desa Polagan dan desa Artodung tahun ke 21 tahun 4 bulan 8 hari, Hasil subsidi pemerintah untuk pola tanam dapat diketahui pada tahun 2015 sebesar Rp. 449.129,51 untuk desa Polagan Rp. 391.903,41 untuk Artodung, pada tahun 2016 sebesar Rp. 365.664,85 untuk desa polagan, Rp. 358.466,57 untuk desa Artodung dan pada tahun 2017 sebesar Rp. 400.129,51 untuk desa Polagan dan Rp. 378.892,77 untuk desa Artodung.

Kata Kunci : Pola Tanam, Kelayakan Ekonomi, Saluran Irigasi Tersier

Abstract

The research aims to determine the economic feasibility of farming with rice-rice-secondary crops, the results of farming with the construction of tertiary canals Polagan, the result of farming with secondary crops of peanuts be replaced with tomatoes, the result of the amount of farmers subsidies provided by the goverment. The method are using NPV as the main component of formula, declared feasible if it is positive. This research is descriptive analysis. The subject of the study is main dam which drained two villages, that is Polagan Village and Artodung Village. The instruments of this study are observation sheets, interviews and documentation.

The results showed that the NPV in the 45 years calculation period on the rice-rice-secondary crops was positive with an investment return period (PP) in 20 years 3 months 23 days for Polagan village and 25 years 3 months 6 days in Artodung village, the economic feasibility of tertiary canal Polagan show a negative NPV value with an investment return period (PP) in 28 years 6 days of Polagan village and Artodung village in the 25 years 9 months 9 days, the results of the secondary crops using peanuts be replace with tomatoes show a positive NPV value with a calculation period of 45 years with an investment return period (PP) in 18 years 5 months 16 days for Polagan village and 21 years 4 months 8 days in Artodung village, for the results of government subsidies for cropping patterns can be known in 2015 of Rp. 449.12,,51 for Polagan village Rp. 391.903,41 for Artodung, in 2016 amounting to Rp. 365.664,85 for Polagan villages, Rp. 358.466,57 for Artodung village and in 2017 Rp. 400.129,51 for Polagan village and Rp. 378.89,77 for Artodung village.

Keyword : Cropping Pattern, Economic Feasibility, Tertiary Irrigation Canals




Published
2019-01-08
Abstract Views: 89
PDF Downloads: 746