Pengembangan Model Untuk Menghitung Kapasitas Jalur Kereta Api di Indonesia (Studi Kasus Lintas Utara Pulau Jawa Stasiun Pasarturi – Stasiun Bojonegoro)

  • MOHAMMAD NUR HIDAYAT

Abstract

Transportasi kereta api semakin menunjukkan keunggulan kompetitifnya dengan semakin terbatasnya kapasitas layanan jalan. Keunggulan ini tak lepas dari perkembangan teknologi perkeretaapian sehingga semakin cepat, aman, hemat energi dan ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan UU No. 13/1992 tentang moda transportasi, yaitu : perkeretaapian adalah salah satu moda transportasi yang memiliki karakteristik dan keunggulan khusus terutama dalam kemampuan mengangkut, baik penumpang maupun barang secara massal, hemat energy, hemat dalam penggunaan ruang. Pembangunan perkeretaapian di Indonesia meliputi 3 (tiga) factor utama yaitu prasarana, sarana kereta api dan operasi kereta api. Perkembangan dari prasarana dalam hal pembangunan yang sudah menunjukkan peningkatan dengan telah di bangun jalur ganda lintas utara pulau Jawa antara Surabaya Pasar Turi – Bojonegoro. Jalur ganda kereta api antara stasiun Surabaya Pasarturi - Jakarta tentu mempengaruhi kapasitas lintas antara stasiun Surabaya Pasarturi-Bojonegoro yang meliputi ketepatan waktu, kecepatan perjalanan dan jumlah kereta yang beroperasi. Sehingga perlu adanya evaluasi kapasitas lintas untuk mengetahui kapasitas lintas antara stasiun Surabaya Pasarturi-Bojonegoro dan bagaiamana pemanfaatannya selama di operasionalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil perhitungan menggunakan rumus dari negaralain serta factor dari pembeda rumus tersebut. Berdasarkan hasil tabel perhitungan kapasitas lintas tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. Perhitungan kapasitas jalur kereta yang telah dibahas terdapat suatu perbedaan hasil perhitungan dan tidak bisa di samakan. Ketidak samaan hasil perhitungan tersebut terpengaruh pada salah satu variable dan koefisien dalam pengertian rumus perhitungan kapasitas yang ada di tiap negara. ; 2. Faktor yang mempengaruhi perbedaan rumus yang telah di pakai di Indonesia dengan rumus yang ada di beberapa negara terletak pada koefisien, Untuk rumus jepang tidak dapat di aplikasikan di Indonesia karena terdapat koefisien yang tidak dapat di ketahui berapa angka koefisien yang akan dipakai. Sedangkan untuk rumus dari Amerika perbedaannya tidak mencantumkan koefisien η.

Kata kunci: transportasi , kereta api , stasiun , kapasitas , jalur ganda

Published
2019-08-12
Section
Articles
Abstract View: 83
PDF Download: 175