Pengaruh Variasi Water Binder Ratio (0,20-0,32) terhadap Sifat Segar, Berat Volume, Porositas, dan Kuat Tekan pada Beton High Volume Fly Ash Metode Self Compacting Concrete

  • ANDINI KURNIAWATI
  • MOCHAMAD FIRMANSYAH SOFIANTO

Abstract

Durabilitas merupakan salah satu permasalahan dalam pekerjaan teknis beton yang diakibatkan oleh pemadatan yang kurang optimal, sehingga dibutuhkan beton yang mampu memadat sendiri. Karakteristik beton yang memadat sendiri adalah volume binder lebih banyak daripada beton normal, sehingga nilai w/b ratio menjadi kecil. HVFA digunakan untuk mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan penggunaan volume binder yang besar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh w/b ratio terhadap sifat segar, berat per-volume, porositas, dan kuat tekan beton. Penelitian ini direncanakan menggunakan variasi w/b ratio 0,20; 0,24; 0,28; 0,32 dan kadar HVFA 50% dari volume binder. Pengujian benda uji menggunakan silinder dengan ukuran 10x20 cm. Uji beton segar yang dilakukan adalah Uji Slump, Uji T50, Uji V-funnel, dan Uji L-Box. Uji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh w/b ratio terhadap beton segar dan memenuhi persyaratan sifat segar SCC. Berat per volume sebagian besar beton tegolong dalam jenis beton berat dengan nilai terberat adalah 2451,59 kg/m3. Pengaruh w/b ratio terhadap porositas ditunjukkan bahwa nilai w/b ratio yang terendah memiliki nilai porositas juga kecil, nilai Porositas terkecil yaitu 1,27%. Kuat tekan yang paling besar terdapat pada beton w/b ratio 0,20 dengan nilai 44,59 MPa. Kata kunci : w/b ratio; Sifat Segar, Kuat Tekan, Berat Per Volume, dan Porositas.
Published
2019-11-05
Section
Articles
Abstract View: 61
PDF Download: 70