Pengaruh Variasi Panjang Sambungan Bibir Lurus dan Baut pada Kuat Lentur Balok Bambu Petung Laminasi

  • MUHAMMAD IMAM SYAFII
  • BAMBANG SABARIMAN

Abstract

Bambu laminasi merupakan salah satu alternatif konstruksi berbahan dasar kayu karena memiliki sifat unisotropis dimana kayu dan bambu sama-sama memiliki serat. Produksi bambu laminasi memiliki panjang maksimal 1,5meter, sedangkan balok struktur pada umumnya memiliki panjang 3-6meter, sehingga perlu adanya sambungan pada balok bambu laminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi panjang sambungan bibir lurus pada kuat lentur balok bambu petung laminasi dan kekakuan balok pada setiap variasi panjang sambungan balok bambu petung laminasi dengan dimensi bilah berukuran sama yaitu 5mmx20mm.

Metode eksperimen penelitian ini menggunakan metode uji lentur two points loading. Balok uji berdimensi (tinggi) 100mm x (lebar) 60mm x (panjang) 1000mm. Panjang sambungan balok bambu petung bervariasi yaitu 200mm, 210mm, dan 220mm.

Hasil penelitian menunjukan saat benda uji ditinjau dari lendutan ijin dapat menerima beban pada variasi BBL1 sebesar 110,4 kg; BBL2 sebesar 87,5 kg; dan BBL3 sebesar 70,8 kg. BBL1 memiliki kekakuan yang lebih besar dari BBL2; dan BBL2 memiliki kekakuan yang lebih besar dari BBL3. Jika ditinjau dari kuat lentur balok, benda uji memiliki kuat lentur ijin yang lebih kecil dari kuat lentur layan dengan variasi panjang sambungan 200mm adalah yang paling efektif karena memiliki kuat lentur paling besar yaitu 3,68 MPa.

Published
2019-12-18
Section
Articles
Abstract View: 45
PDF Download: 221