Analisa Kuat Tekan Mortar Geopolimer dengan pengikat Zeolite dan fly ash pada Molaritas 8M dan 10M Kondisi W/S=0,35 dan SS/SH=1,5

  • RIZAL FANDI P
  • ARIE WARDHONO

Abstract

Proses pembuatan semen menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gas efek rumah kaca yang tidak ramah untuk lingkungan. Penggunaan semen dapat dikurangi dengan beberapa alternatif. Geopolimer merupakan alternatif baru material pasta pengikat pengganti semen. Geopolimer sendiri merupakan suatu bahan inorganik yang terdiri dari silikat (Si) dan Alumunium (Al) sebagai bahan utama serta reaktan alkali sebagai pengikat. Komposisi kandungan pada geopolimer memiliki komposisi serupa pada zeolit. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan tertinggi pada mortar geopolimer yang menggunakan campuran abu terbang (fly ash) kelas C dan zeolit pada kondisi water/solid=0,35 dan sodium silicate/sodium hydroxide=1,5.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan parameternya pada campuran fly ash dan zeolit menggunakan variasi molaritas 8M dan 10M kondisi W/S=0,35 dan SS/SH=1,5. Benda uji mortar geopolimer menggunakan perbandingan campuran fly ash dan zeolit dengan 5 variasi pada setiap molaritas 8M dan 10M. Pengujian benda uji meliputi pengujian pengikatan awal dan akhir (Uji vicat) dan pengujian kuat tekan pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari.

Hasil Penelitian diperoleh bahwa nilai kuat tekan optimum yang dihasilkan oleh mortar geopolimer 8M pada variasi penambahan zeolit sebesar 10% dengan nilai kuat tekan 36,87 MPa, waktu pengikatan awal pada menit ke 65, dan berat volume 2,31 gram/cm3. Mortar geopolimer 10M kuat tekan optimum pada variasi penambahan zeolit sebesar 5% dengan nilai kuat tekan 37,49 MPa, waktu pengikatan awal pada menit ke 60, dan berat volume 2,32 gram/cm3. Hasil ini menunjukan bahwa nilai kuat tekan yang dihasilkan mortar geopolimer lebih tinggi.

Kata kunci : Fly ash, Geopolimer, Kuat Tekan, dan Zeolit

Abstract

The process of making cement produces CO2 gas which causes greenhouse effect gases which are not friendly to the environment. The use of cement can be reduced by several alternatives. Geopolymers are a new alternative for cement substitute binding paste material. Geopolymer itself is an inorganic material consisting of silicate (Si) and Aluminum (Al) as the main material and alkaline reactants as binders. The composition of the content in geopolymers has a similar composition in zeolites. This thesis aims to determine the highest compressive strength of geopolymer mortars using a mixture of class C and zeolite fly ash at water / solid conditions = 0.35 and sodium silicate / sodium hydroxide = 1.5. Test specimens include initial and final binding tests (vicat test) and compressive strength tests at the age of 7 days, 14 days and 28 days

This study uses an experimental method with parameters on the mixture of fly ash and zeolite using a variation of 8M and 10M molarity conditions W / S = 0.35 and SS / SH = 1.5. Geopolymer mortar specimens used a mixture of fly ash and zeolite with 5 variations at each 8M and 10M molarity.

The results showed that the optimum compressive strength value produced by 8M geopolymer mortar on zeolite addition variations of 10% with a compressive strength value of 36.87 MPa, initial binding time at 65 minutes, and volume weight of 2.31 gram / cm3. 10M geopolymer mortar optimum compressive strength with variation of zeolite addition of 5% with compressive strength 37.49 MPa, initial binding time at 60 minutes, and volume weight 2.32 gram / cm3. These results indicate that the compressive strength produced by geopolymer mortar is higher

Keywords: Fly ash, Compressive Strength, Geopolymer, and Zeolite






Published
2019-12-26
Section
Articles
Abstract View: 55
PDF Download: 119