PEMANFAATAN FLY ASH DAN SERBUK CANGKANG BEKICOT (Achatina fullica) SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN PADA PEMBUATAN BATA RINGAN SELULER

  • ALISA YUANITA BRILIANI
  • MOCHAMAD FIRMANSYAH SOFIANTO

Abstract

Abstrak

Bata ringan seluler (CLC) merupakan inovasi bata yang menggunakan busa dalam proses pembuatannya. Busa dibuat dengan melarutkan Foaming agent bersama air dengan konsistensi tertentu. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah dengan mengganti material campuran bata ringan seluler. Material yang digunakan berasal dari mineral alam yang tidak terpakai atau limbah. Dampak penggunaan material tersebut adalah dapat merubah kualitas dari bata ringan seluler. Kualitas bata ringan seluler dapat dilihat dari nilai berat volume, kuat tekan dan penyerapan air bata sesuai dengan SNI 03-0349-1989.

Penelitian ini bertujuan menemukan formula baru dalam pembuatan bata ringan seluler dengan menggunakan material fly ash dan serbuk cangkang bekicot (SCB) sebagai pengganti/substitusi semen. Kadar bahan substitusi adalah sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen. Campuran fly ash dan serbuk cangkang bekicot (SCB) terlebih dahulu dibuat dengan perbandingan sebesar 1 : 0,349. Selanjutnya fly ash dan serbuk cangkang bekicot (SCB) dicampurkan dengan material lain seperti semen, pasir, air dan foam agent. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian berat volume, kuat tekan dan penyerapan air.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula bahan pembuat bata ringan terbaik adalah substitusi 5% semen oleh fly ash dan SCB yang menghasilkan bata dengan berat volume 1,019 gr/cm3, kuat tekan 3,840 MPa dan penyerapan air 33%. Semakin tinggi penambahan kadar fly ash dan SCB akan menyebabkan penurunan berat volume, penurunan kuat tekan dan peningkatan nilai penyerapan air. Berdasarkan SNI-03-0349-1989, mutu bata ringan seluler yang dihasilkan adalah kategori IV.

Kata Kunci: Bata Ringan Seluler, CLC, Fly Ash, Serbuk Cangkang Bekicot, Foam Agent

Abstract

Cellular Lightweight Concrete (CLC) is brick innovation used foam in the making process. Foam is made by dissolving the Foaming agent within water and a certain consistency. In this study, the method used is to replace material of the mixed cellular lightweight concrete. The used materials are unused natural minerals or waste. The impact of using these materials is can be change the quality of cellular light concrete. The quality of cellular light concrete can be seen from the value of volume weight, compressive strength and density (water absorption) according to SNI 03-0349-1989.

This study has purpose to found a new formula in the making of cellular lightweight concrete used fly ash material and snail shell powder (SCB) as replacement / substitution for cement. The percentages of substitution material are 0%, 5%, 10%, 15% and 20% by weight of cement. A mixture of fly ash and snail shell powder (SCB) was a first-made with ratio 1: 0.349. Furthermore, fly ash and snail shell powder (SCB) are mixed with other materials such as cement, sand, water and foam agent. The tests carried out were volume weight test, test compressive strength and density.

The results shown that the best material formula of making lightweight brick was rate 5% substitution of cement by fly ash and SCB which produced brick with a volume weight of 1.019 gr / cm3, compressive strength of 3,840 MPa and 33% density. The higher addition of fly ash and SCB percentages will cause a decrease in volume weight, decrease in compressive strength and increase in density. Based on SNI-03-0349-1989, the quality of cellular lightweight concrete has resulted is category IV.

Keywords: Cellular Lightweight Concrete, CLC, Fly Ash, Snail Shell Powder, Foam Agent




Published
2020-01-02
Section
Articles
Abstract View: 78
PDF Download: 48