PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM PEMBUATAN GENTENG BETON DITINJAU DARI SEGI KUAT LENTUR DAN DAYA SERAP AIR

  • Cici Kusuma Dewi Mahasiswa

Abstract

Genteng beton ialah bahan atap bangunan yang dimana memiliki standar mutu sesuai SNI 0096:2007 yaitu beban lentur, ketahanan terhadap rembesan air (impermeabilitas), daya serap air (porositas), serta sifat tampak dan ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penambahan abu sekam padi (ASP) dan penambahan abu ampas tebu (AAT) pada campuran genteng beton. Komposisi bahan genteng beton yakni pasir, semen, fly ash, dan air, yang dibuat di UD. Batu Indah Tanggulangin, Sidoarjo.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental campuran genteng beton dengan menambahkan ASP dan AAT pada komposisi bahan. Variabel bebas pada penelitian ini ialah variasi persentase penambahan abu sekam padi dan abu ampas tebu pada genteng beton. Variasi campuran 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15% ASP dan AAT dimana persentase penambagan berdasarkan berat pasir yang digunakan tiap satu adonan genteng beton. Variabel terikat yang ada pada penelitian ini yaitu beban lentur dan daya serap air (porositas), Variabel kontrol yang digunakan adalah komposisi campuran mix desain, proses pembuatan, pemeliharaan, dan tenaga pelaksana.

Penambahan ASP dan AAT pada genteng beton memiliki kuat lentur dan porositas yang berbeda sehingga didapatkan komposisi genteng ASP dengan perbandingan bahan 1 Semen : 1 Fly Ash : 6 Pasir : 2,5% - 10% ASPĀ  dan 2,5% - 12,5% untuk genteng beton dengan campuran AAT. Dihasilkan bahwa penambahan AAT dan ASP pada campuran pembuatan genteng beton dapat meningkatkan kuat lentur dan menghasilkan daya serap air yang optimal dengan campuran yang tepat.

Kata Kunci : Genteng beton, abu sekam padi, abu ampas tebu.

Published
2020-08-11
Section
Articles
Abstract View: 184
PDF Download: 244