PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN TERHADAP PENGGUNAAN LIMBAH TIANG PANCANG SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA PEMBUATAN BETON MUTU NORMAL

  • Qurrotu Ayuni Asfaara Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Menurut Febriyatno dalam jurnal Hanafiah tahun 2003, Beton normal adalah beton yang mempunyai kuat tekan berkisar antara 200–500 kg/cm2, beton ini mempunyai porsi terbesar produksi beton di Indonesia dan sering dijumpai misalkan, di pabrik beton precast dan balok-balok beton pratekan, serta pembuatan gedung bertingkat. Di Indnesia, skala pembangunan semakin meningkat sehingga berakibat pada meningkatnya kebutuhan material akan konstruksi seperti air, agregat halus dan agregat kasar. Alam merupakan penghasil terbesar agregat dan apabila dipergunakan secara terus-menerus maka lama-kelamaan persediaan menjadi berkurang. Salah satu alternatif pemecahannya yaitu dengan memakai limbah beton.

Tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah di atas yaitu untuk mengetahui pengaruh Variasi Faktor Air Semen (FAS) terhadap penggunaan limbah tiang pancang sebagai agregat kasar pada pembuatan beton mutu normal.

Hasil penelitian menujukan bahwa diantara variasi fas 0.24, 0.26, 0.28, 0.30, dan 0.32 didapat kuat tekan beton terbesar pada variasi fas 0.32 dengan hasil kuat tekan sebesar 24,16 MPa pada hari ke-28. Sedangkan kuat tekan terendah berada pada variasi fas 0.24 yaitu sebesar 15.49 MPa di hari ke 7. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa semakin besar faktor air semen, maka kuat tekan pada beton akan semakin kuat dan semakin kecil faktor air semen, maka kuat tekan pada beton semakin berkurang.

Kata kunci: beton normal, limbah tiang pancang, superplasticizer, variasi fas, kuat tekan.

Section
Articles
Abstract View: 101
PDf Download: 5