PENGGUNAAN LUMPUR SIDOARJO (LUSI) SEBAGAI SUBSTITUSI FLY ASH DENGAN RASIO 1:4-6 PASIR PADA MORTAR GEOPOLIMER DENGAN NaOH 12 MOLAR DAN KONDISI SS/SH 0,5 DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN POROSITAS

  • VIBRI ANDIKA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Abstract

Lingkungan yang tercemar merupakan salah satu dampak negatif akibat dari kegiatan produksi semen portland. Masalah yang cukup serius tersebut harus ditangani dengan cara meminimalisasi penggunaan semen portland sebagai material konstruksi yang dapat memberikan pengaruh buruk terhadap lingkungan. Berdasarkan United Nations Climate Change Conference, 03-14 Desember 2007 lalu menghasilkan beberapa keputusan yang di antaranya menyatakan emisi dari gas rumah kaca yang besar menjadi penyebab utama perubahan iklim di dunia. Dalam hal ini berkaitan dengan pembuatan semen portland yang menghasilkan gas CO2. Riset pembuatan beton ramah lingkungan terus dilakukan oleh para pakar teknologi beton dengan pemanfaatan reaksi ikatan geopolimer. Geopolimer sendiri didefinisikan sebagai material hasil reaksi dari geosintesis aluminosilikat polimerik dengan alkali-silikat dan terbentuk menjadi kerangka polimer SiO4 (silika tetraoksida) dan AlO4 (alumunium tetraoksida) yang terikat secara tetrahendral. Pada penelitian ini berisi tentang mortar geopolimer dengan campuran LUSI dan Fly Ash sebagai bahan utama dimana prosentase campurannya sebesar 0% sampai dengan 50%, dan sebagai kontrol akan ditambahkan kelipatan 5% di setiap variasi LUSI dan PC. Sebagai aktifator digunakan NaOH 12M, campuran larutan Sodium Hidroksida dan Sodium Silikat dengan rasio 0,5 dan perbandingan rasio aktifator dengan pasir sebesar 1 : 4-6. Dimana hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian nilai kuat tekan akan terus menurun seiring dengan bertambahnya prosentase LUSI yang akan digunakan. Hasil pengujian nilai kuat tekan maksimal pada usia 28 hari dengan penambahan 0% LUSI yaitu sebesar 8,11 MPa dan kuat tekan terendah pada penambahan 50% LUSI yaitu sebesar 1,83 MPa. Pada hasil pengujian porositas usia 28 hari memiliki nilai yang berbanding terbalik dengan nilai kuat tekan dengan  titik terendah terjadi pada subtitusi 0% yaitu sebesar 19,53% dan terjadi peningkatan maksimal pada subtitusi 50% yaitu sebesar 28,91%. Dari hasil nilai kuat tekan  dan porositas dapat dikatakan bahwa hubungan nilai kuat tekan dan porositas berbanding terbalik. Hal  ini dapat ditunjukan bahwa pengaruh peningkatan subtitusi LUSI pada mortar geopolimer akan memberikan nilai kuat tekan yang lebih rendah dan porositas yang lebih tinggi.

Kata Kunci: Mortar Geopolimer, Lumpur Sidoarjo, Fly Ash, Porositas, Kuat Tekan.

Published
2021-07-16