Perencanaan Bangunan Pemecah Gelombang Pada Pantai Depok, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Tanaya Putri Argya Nareswari Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Abrasi juga bisa didefinisikan sebagai mundurnya garis pantai akibat hantaman terus menerus dari gelombang air laut. Abrasi juga terjadi pada Pantai Depok, Kecamatan Sleman, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu upaya untuk mengurangi resiko terjadinya abrasi pantai yaitu dengan membangun pemecah gelombang (breakwater). Bangunan pemecah gelombang berfungsi untuk meredamkan energi gelombang sehingga gelombang yang sampai di bibir pantai tidak terlalu besar. Penelitian dikhususkan pada perencanaan bangunan pemecah gelombang pada Pantai Depok sebagai penanganan kerusakan akibat abrasi. Perencanaan bangungan pemecah gelombang memerlukan beberapa parameter data diantaranya data gelombang, data pasang surut, data angin, serta data bathimetri. Dari data tersebut dapat dianalisis dan menghasilkan karakteristik gelombang, pasang surut, serta kemiringan daerah di sekitar pantai. Data yang sudah dianalisis dapat ditentukan dimensi dan parameter lainnya pada bangunan pemecah gelombang yang direncanakan. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Run Up gelombang sebesar 1,337 m maka dapat ditentukan elevasi bangunan pemecah gelombang sebesar 2,7 m dan tinggi (H) bangunan pemecah gelombang sebesar 5,7 m. Untuk lebar lapis lindung bangunan pemecah gelombang utama sebesar 0,9 m sedangkan untuk yang sekunder sebesar 0,6 m. Untuk lapis pelindung kaki bangunan pemecah gelombang memiliki tebal sebesar 0,4 m dan lebar sebesar 1,3 m. Berat batu pelindung untuk bangunan pemecah gelombang ditentukan sebesar 0,1476 ton dengan jumlah batu pelindung untuk setiap satuan luas (10 m2) sebanyak 58 butir.

Kata Kunci: Abrasi, Garis Pantai, Gelombang, Pemecah Gelombang, Pasang Surut.

Published
2022-08-16
Section
Articles
Abstract View: 26
pdf Download: 96