Durabilitas Beton Geopolymer Berbasis Fly Ash Dengan NaOH 8 Molar Pada Daerah Agresif (Kondisi Laboratorium)

  • Cynthia Fadhila Diantoro Putri Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Fly ash sebagai bahan pengganti semen untuk mengurangi gas  dari produksi semen. Pemakaian fly ash sendiri dengan mereaksikan NaOH 8 M dan Na2SiO3. Pada penelitian ini membandingkan perilaku pada kondisi laboratorium dengan dua perilaku yakni direndam larutan asam pada pH 2,0-3,0 serta dimasukan simulasi tanah gambut pada pH 4,0-5,0 untuk mengetahui ketahanan beton geopolymer terhadap daerah agresif. Kedua perilaku pada kondisi laboratorium dilakukan perawatan pada suhu ruang 28 hari dan heat curing. Didapatkan hasil kuat tekan tertinggi dihasilkan oleh perilaku pada kondisi normal usia 28 hari dengan 61,119 MPa. Sedangkan untuk kondisi laboratorium dengan dimasukan kedalam simulasi tanah gambut pada pH 4,0-5,0 usia 56 hari juga mengalami penurunan sekitar 1,5% dari usia 28 hari dengan kuat tekan sebesar 60,219 MPa dan berat sampel mengalami penurunan 0,4% yakni dari 2,40 kg menjadi 2,39 kg. Dan untuk perilaku yang direndam larutan asam pada pH 2,0-3,0 usia 56 hari mengalami penurunan paling besar daripada kedua perilaku lainnya yakni sekitar 7,8% dari usia 28 hari dengan kuat tekan sebesar 56,345 MPa juga mengalami penurunan berat 1,5% yakni dari 2,38 kg menjadi 2,35 kg. Kuat tekan memiliki korelasi terhadap berat benda uji dimana berat berat mempengaruhi nilai kuat tekan.

 

Kata Kunci: Beton, fly ash, kuat tekan, geopolymer, larutan asam, tanah gambut.

Published
2023-07-18
Section
Articles
Abstract Views: 35
PDF Downloads: 0